Berkas Perzinahan Oknum ASN Pemprov NTT Segera Rampung

  • Bagikan
Berkas Perzinahan Oknum ASN Pemprov NTT Segera Rampung

Kupang, penatimor.com – Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polsek Oebobo, Polres Kupang Kota, segera merampungkan berkas perkara dugaan perzinahan oleh oknum pegawai swasta dan oknum ASN di Badan Kesbangpol Provinsi NTT.

Setelah rampung, penyidik berencana dalam minggu ini akan melimpahkan berkas perkara untuk tahap pertama ke jaksa peneliti Kejari Kota Kupang.

Sebelumnya, kasus perzinahan ini dilaporkan oleh Epen Toelnai, setelah istrinya digerebek oleh Ketua RT 14/RW 01 Kelurahan Liliba beserta warga dan Babinkamtibmas Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo.

Saat digerebek, istri dari Epen Toelnai lagi berduaan dengan pria idaman lain (PIL) nya di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Liliba, (10/3/2020) sekitar pukul 01.15 Wita.

Diketahui, salah satu dari pasangan selingkuh ini sudah menikah, yaitu Patrik Andriyani Umbu Dondu alias Ani (34) yang adalah ASN di Badan Kesbangpol Provinsi NTT. Ani juga sudah memiliki tiga orang anak.

Sedangkan, PIL nya adalah Felix A. Tiu Loda alias Adi (36), belum berkeluarga. Adi juga diketahui sebagai pimpinan di SMS Finance Kupang yang juga warga Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kecamatan Oebobo.

Pasangan yang bukan suami istri ini digerebek di rumah kontrakan milik Delfi Kiki yang dikontrak oeh Patrik Andriyani Umbu Dondu alias Ani.

Pada saat digerebek oleh warga, Felix A. Tiu Loda alias Adi, sempat melarikan diri dengan cara melompati pagar di samping rumah.

Namun aksi melarikan diri itu berhasil digagalkan. Dia berhasil ditangkap oleh warga.

Kapolsek Oebobo Kompol I Ketut Saba yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Mapolsek Oebobo, Rabu (1/4/2020) siang, mengatakan, berkas perkara ini segera dirampungkan dan dilimpahkan ke Kejari Kota Kupang untuk diteliti.

Berkas perkara ini sesuai Laporan Polisi: LP/B/42/III/2020 Sektor Oebobo, (10/3/2020),

“Kedua tersangka dikenakan Pasal 284 KUHP tentang Perzinahan,” kata Kapolsek.

Kedua tersangka menurut Kapolsek, dinilai sangat tidak kooperatif dalam menjalani sanksi wajid lapor yang diberikan oleh penyidik selama proses hukum berjalan. (wil)

  • Bagikan