UTAMA  

Satu Guru Hilang dan Satu Selamat Diterjang Gelombang Laut di Perairan Kupang

Satu Guru Hilang dan Satu Selamat Diterjang Gelombang Laut di Perairan Kupang

Kupang, penatimor.com – Sebuah perahu dihantam gelombang menyebabkan dua orang nelayan tenggelam.

Satu orang nelayan selamat dan satu orang lainnya hilang hingga saat ini. Upaya pencarian pun sudah dilakukan masyarakat dan pihak kepolisian.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (5/12/2019) petang sekitar pukul 18.00 wita di Pantai Fatuike Desa Kifu Kecamatan Amfoang Timur Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam peristiwa ini Atrianus Nanis alias Atri (40) guru honorer di SMPN 2 satu atap (Satap) Kifu yang juga warga Perumahan guru di RT 02/RW 01 Dusun I Desa Kifu Kecamatan Amfoang Timur hilang diterjang gelombang dan korban belum ditemukan.

Korban lainnya, Roby Jatron Neolaka alias Toni (37) yang juga guru honorer SMPN 2 Satap Kifu serta merupakan warga RT 10/RW 05 Dusun II Desa Netemanu Selatan kecamatan Amfoang Timur Kabupaten Kupang berhasil selamat.

Kamis (5/12/2019) siang sekitar pukul 14.00 wita, Dua korban yang juga guru honorer ini sedang memancing menggunakan perahu kecil jenis sampan dayung di daerah Fatu Ike Desa Kifu Kecamatan Amfoang Timur Kabupaten Kupang.

Satu jam kemudian atau sekitar pukul 15.30 wita terjadi badan angin kencang dan gelombang tinggi serta arus kuat sehingga sampan dayung yang dipakai korban melaut terhempas dan terbawa keluar dari pantai sejauh satu mill.

Sampan dayung yang digunakan kedua korban tebalik dan kedua korban berusaha berenang kepantai untuk menyelamatkan diri. Korban Toni Neolaka berhasil menyelamatkan diri ke pantai setelah berusaha berenang melawan arus dan gelombang.

Korban kemudian ditolong oleh Yakob Taeboko (46), warga RT 27/RW 07 Kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang yang juga rekan guru korban serta Yonatan Toleu (29) warga RT 07/RW 02 Kelurahan Oebufu Kecamatan Oebobo Kota Kupang. Rekan korban kemudian melaporkan kejadian ini ke polsek Amfoang Timur pada pukul 18.00 wita.

Korban Tony kemudian dibawa ke Puskesmas Amfoang Timur menggunaman menggunakan mobil hilux warna putih nomor polisi DH 9280 BD. Sedangkan korban Atrianus Nanis hilang terbawa arus dan gelombang.

Upaya pencarian dilakukan oleh anggota TNI AL yang di pimpin DanPos AL, Letda Laut Imin dan Anggota Polsek Amfoang Timur dipimpin Aipda Selestinus Reta dan Kanit Intelkam Polsek Amfoang Timur Bripka Ivan Rismanto dan Anggota Indra Putra bersama masyarakat.
Upaya pencarian dilakukan hingga Jumat (6/12/2019) subuh namun tidak membuahkan hasil.

“Hinggga saat ini korban selamat Toni Neolaka sudah diobservasi ke puskesmas Oepoli Kecamatan Amfoang Timur dengan keadan umum korban sehat dengan tensi 102/62, nadi 105. Namun korban masih lemas dan diperiksa oleh perawat Marianus Sene,” ujar Kasubbag Humas Polres Kupang, Iptu Ambru Ichsan, SH saat dikonfirmasi, Jumat (5/12/2019).

Korban Atri Nanis juga belum ditemukan dan masih dilakukan upaya pencarian oleh Anggota TNI AL, Anggota Polsek Amfoang Timur dan warga masyarakat dengan cara mencari korban di pesisr Pantai dan menggunakan kapal Bodi ketinting di daerah sekitar tempat kejadian perkara.

“Kita koordinasi dengan pemerintah Desa kifu, Camat Amfoang Timur dan menghubungi Basarnas Kupang untuk membantu pencarian,” tandasnya. (mel)