Rumah Warga Oebelo Diserang, Pelaku Gunakan Samurai dan Pisau

  • Bagikan
Rumah Warga Oebelo Diserang, Pelaku Gunakan Samurai dan Pisau

Kupang, penatimor.com – Aksi penyerangan rumah secara membabi buta oleh sekelompok pemuda bersenjata tajam kembali terjadi di rumah warga penghuni perumahan Griya Permai, RT 012/RW 005, Desa Oebelo, Kecamatan Kupang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (19/10).

Fernanda Agusto Boavida Gamboa (54) wanita paruh baya bersama putrinya, menjadi korban penyerangan 3 orang pemuda bersenjata samurai dan pisau diantaranya berinisial (JT) alias Juvi, (D) alias Lengket dan (JDC) alias Stones.

Fernanda menceritakan saat itu dirinya sedang bersama putrinya di dalam rumah. Tiba-tiba didatangi 3 orang pelaku penyerangan yang juga adalah teman dari anak laki-lakinya bernama Nando.

“Sambil berteriak dan mengeluarkan kata-kata kasar, mereka menghancurkan motor kami yang sedang parkir di teras rumah dengan cara menendang dan membanting. Tidak sampai di situ, pelaku (JT) alias Juvi menghancurkan kaca jendela depan rumah dengan cara mengayunkan samurai yang dibawanya dan memaksa masuk ke dalam rumah dengan mendobrak pintu depan rumah,” urai korban.

Rumah Warga Oebelo Diserang, Pelaku Gunakan Samurai dan Pisau

“Mereka menanyakan keberadaan anak laki-laki saya yang bernama Nando sambil (JT) alias Juvi menodongkan samurai ke arah muka saya, dan (D) alias lengket mendekati putri saya sambil mengarahkan sebilah pisau ke arah leher putri saya. Karena ketakutan, saya hanya diam. Karena tidak menemukan anak saya Nando, pelaku menghancurkan lemari kaca dan TV di ruang tamu,” tutur Fernanda sambil mencucurkan airmata.

Akibat insiden penyerangan ini, meninggalkan trauma hebat bagi para korban.

Lanjut Fernanda, “Usai kejadian itu, saya bersama putri saya ditemani kerabat serta tetangga perumahan langsung menuju ke Polsek Kupang Tengah untuk membuat laporan berdasarkan Laporan Polisi.B/114/X/2019/Sek Kupang Tengah.19/10/2019 untuk meminta perlindungan. Saya berharap bisa mendapat keadilan dan pelaku dapat dihukum sesuai hukum yang berlaku,” pungkas Fernanda. (wil)

  • Bagikan