HUKRIM  

Dua Siswi di Kupang Disetubuhi 4 Pemuda

Dua Siswi di Kupang Disetubuhi 4 Pemuda

Kupang, penatimor.com – Dua siswi salah satu SMA negeri di Kota Kupang menjadi korban pencabulan oleh empat pemuda yang adalah teman dekat mereka sendiri.

Korban dan pelaku awalnya berkenalan lewat media sosial facebook dan kemudian tergabung dalam sebuah komunitas.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi, kepada wartawan, Rabu (26/6), mengaku kasus ini sementara disidik Unit PPA.

Menurut Kasat, kedua korban berinisial PB (17) dan JML (15).

Sementara pelaku berinisial JM (17), F (17), R (17) dan YT (20).

Awalnya PB dijemput pelaku JM, yang adalah pacarnya, sementara JML dijemput pelaku F yang juga siswa SMA.

Mulai saat itu kedua korban tak kunjung pulang rumah. Orangtua dan keluarga mulai melakukan pencarian.

Orangtua PB lalu mengecek keberadaan kedua korban di salah satu teman sekolah yang diketahui bernama Intan, namun Intan juga tidak mengetahui keberadaan para korban.

“Teman sekolah para korban membantu mencari informasi keberadaan dua rekannya dengan mengirim pesan singkat melalui inbox ke facebook milik PB beruntung PB membalas pesan sehingga mengetahui koban berada di rumah kosong di sebelah Hotel Neo Aston Kupang,” paparnya.

Orangtua korban pun langsung mendatangi lokasi kejadian di sebuah gudang di dekat Hotel Neo Aston. Mereka berhasil menemukan kedua korban dalam kondisi yang memprihatinkan.

Dalam penggrebekan tersebut, mereka mengamankan kedua korban dan dua orang tersangka yakni R dan YT.

Tidak menerima perbuatan para pelaku, orangtua langsung melaporkan para pelaku ke Polres Kupang Kota untuk di tindak secara hukum.

Setelah menerima laporan pihaknya melakukan penabgkapan terhadap pelaku JM dan F dan saat ini keempat pelaku mendekam dalam tahanan.

Menurut pengakuan korban, saat kedua korban tiba di rumah F, tersangka JM menjemput PB dan dibawa ke rumah saudaranya yang beralamat di Kelurahan Oebufu.

Kedua korban lalu disetubuhi oleh tersangka F dan JM di tempat berbeda lalu membawa kedua korban ke rumah teman kedua tersangka yakni tersangka R dan bermalam di rumah.

Kedua pacar korban lalu meninggalkan pacar mereka. JLM dan PB lalu tidur bersama tersangka R di kamarnya. R lalu mencabuli JML.

Lalu keesokan harinya kedua pacarnya mendatangi rumah R untuk menjemput korban lalu dibawa ke sebuah gedung di samping Hotel Neo Aston Kupang karena ada pertemuan komunitas mereka.

Usai melakukan pertemuan lalu tersangka JM mengantar pulang seorang temannya namun tak kunjung pulang sehingga korban PB dan JML menjadi sasaran aksi pencabulan para pelaku yang lain.

PB disetubuhi YT (20) yang juga salah satu karyawan di gedung yang sementara dibangun tersebut.

Sementara JML mengalami nasib yang sama atas perbuatan persetubuhan oleh tersangka R.

Sementara Brayen Ballo (40), orangtua korban BP mengaku pada Sabtu (23/6), dirinya bersama dengan anaknya di rumah. Namun berselang beberapa saat datang rekan anaknya JML.

Brayen pun meminta anak gadisnya PB dan JML untuk menjaga rumah karena ia hendak ke Bolok, Kabupaten Kupang untuk urusan keluarga.

Lalu sekitar pukul 19.00, Brayen kembali ke rumah dan mendapati rumah dalam keadaan kosong. Anak gadisnya PB dan JML sudah tidak ada di rumah.

“Rupanya saat saya pergi dari rumah, PB dan Jesica dijemput dua orang rekan pria nya yang juga pacar kedua siswi SMA ini,” ungkapnya.

Brayen kemudian ke rumah JML menanyakan keberadaan PB namun JLM pun tidak berada di rumah dan orangtua JLM juga sedang mencari anak gadisnya. Kemudian mendatangi rumah Intan, teman anak gadisnya. Intan juga mengaku tidak mengetahui keberadaan PB dan JLM.

“Intan kemudian ada hari Sabtu melalui inboxnya di akun facebook milik PB dan diketahui berada di gedung yang sedang dibangun itu,” tutupnya. (wil)