Ratusan Catar-Casis Mulai Rikkes II di SPN Kupang

  • Bagikan
Ratusan Catar-Casis Mulai Rikkes II di SPN Kupang

Kupang, penatimor.com – Ratusan calon taruna (Catar) Akademi Kepolisian (Akpol) maupun calon siswa (Casis) bintara kompetensi khusus (Bakomsus), Polisi wanita (Polwan), bintara Polisi tugas umum (PTU) dan tamtama mulai mengikuti pemeriksaan kesehatan tahap II.

Rangkaian tes kesehatan tahap II yang dimulai sejak Senin (20/5) ini dipusatkan di SPN Polda NTT dan dipantau langsung Kabid Dokkes Polda NTT, Kombes Pol dr Sudaryono, Karo SDM Polda NTT, Kombes Pol Trio Santoso serta Kabag Dalpers Biro SDM Polda NTT, AKBP H. Y. Arief Satriyo, SIK.

Pemeriksaan kesehatan II dipercayakan kepada klinik Mitra Husada Surabaya.

Pada Senin (20/5), proses pemeriksaan kesehatan II dilakukan untuk 10 orang catar Akpol terdiri dari sembilan orang peserta pria dan satu orang calon taruni Akpol.

Dari jumlah tersebut, tiga orang dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan dan hanya tujuh orang yang lulus seleksi kesehatan tahap II.

Selanjutnya pada Selasa (21/5) pemeriksaan kesehatan II untuk Bakomsus, Polwan, bintara PTU dan Tamtama.

Para peserta dibagi dalam dua kelompok. Kelompok I mengikuti ujian MMPI atau tes kejiwaan dengan menjawab ratusan pertanyaan yang ada.

Hasil ujian MMPI akan direkap dan dipelajari oleh dr Shinta Widari, spesialis kesejatan jiwa.

Sementara kelompok II mengikuti tes kesehatan Elektro Kardiaograf (EKG), rotgen dan uji laboratorium urine dan darah.

Pada Rabu (22/5), kelompok II mengikuti ujian MMPI dan kelompok I mengikuti pemeriksaan laboratorium.

Sampel darah dan urine para peserta dibawa ke laboratorium Klinik Mitra Husada untuk pengujian dan pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak klinik maupun ahli kesehatan jiwa memerlukan waktu beberapa hari untuk pengecekan hasil peserta dan baru akan diumumkan akhir pekan ini atau awal pekan depan.

Khusus untuk peserta yang hasil MMPI masih meragukan maka akan dilakukan ujian ulang pada Kamis (23/5) di aula SPN Polda NTT.

Sebanyak 799 orang catar Akpol dan casis bintara maupun tamtama ini bertarung merebut 192 formasi Polri yang disediakan.

799 orang ini terdiri dari 10 catar, 18 orang Bakomsus, 18 orang tamtama dan 325 orang bintara PTU serta 17 orang Polwan.

799 peserta penerimaan Polri ini dinyatakan lolos mengikuti tes kesehatan II yang dimulai pada Senin (20/5) di aula SPN Polda NTT.

Dari 22 orang catar, tersisa 10 orang yang berhak mengikuti pemeriksaan kesehatan II. Sementara dua orang peserta talent scouting dan 16 orang Bakomsus dinyatakan lolos mengikuti pemeriksaan kesehatan tahap II.

Di tingkat Tamtama, hanya 18 orang dari 73 orang yang dipilih mengikuti tahapan selanjutnya.

Sementara di Bintara PTU, hanya 325 orang dari 584 orang peserta yang mengikuti Rikkes II. Untuk Polwan dari 102 peserta, hanya 17 orang yang berhak ikut pemeriksaan kesehatan II.

Dengan demikian ada 311 orang peserta terdiri dari 12 orang catar, 55 orang tamtama, 159 orang peserta bintara PTU dan 85 orang Polwan tidak bisa mengikuti pemeriksaan kesehatan tahap II.

Terpisah, Karo SDM Polda NTT, Kombes Pol Trio Santoso mengemukakan kalau pihaknya hanya mengikut sertakan dua kali quota untuk mengikuti tes kesehatan II.

Ia menjelaskan kalau seluruh proses dan rangkaian seleksi dilakukan secara transparan dan terbuka sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi mereka yang dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan maka diberi ruang untuk melakukan konsultasi kesehatan mulai Selasa (27/5) pekan depan di lantai II Rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.

Upaya ini dilakukan panitia agar peserrta mengetahui secara langsung kendala kesehatan dan upaya yang perlu dilakukan dan diperbaiki sehingga memungkingkan untuk mengikuti tes pada tahun yang akan datang.

“Seluruh proses kita lakukan secara transparan, akuntabel, bersih, dan humanis serta memberikan ruang kepada peserta mengajukan keberatan atau masukan jika ada hal yang menurut peserta belum sesuai. Panitia siap menerima masukan dan menjelaskan sesuai ketentuan yang berlaku,” tandas Karo SDM Polda NTT, Kombes Pol Trio Santoso, SH selaku penanggungjawab penerimaan terpadu Polri Polda NTT TA 2019 saat ditemui di SPN Polda NTT.

Ia berharap proses yang dilakukan benar-benar terbuka dan sesuai ketentuan sehingga peserta pun puas dengan hasil yang diperoleh.

Proses pemeriksaan kesehatan II ini diawasi pengawas internal dari Itwasda dan Bid Propam Polda NTT serta pengawas eksternal dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kupang. (R1)

  • Bagikan