Peduli Kehidupan Nenek Sebatang Kara, Polisi di Rote Ini Berbagi Kasih

  • Bagikan
Peduli Kehidupan Nenek Sebatang Kara, Polisi di Rote Ini Berbagi Kasih

Ba’a, penatimor.com – Kisah miris kehidupan orang-orang ketimpangan sosial memang banyak sekali.

Kali ini sebuah kisah mengharu biru dialami oleh seorang nenek yang tinggal sebatang kara.

Dialah Sarai Nara Mesakh. Kisah mengharukan yang dialami nenek berusia 83 tahun ini telah membuat banyak pihak tersentuh.

Nenek Sarai tinggal sebatang kara dan serba kekurangan di rumah kecilnya yang sangat sederhana.

Peduli Kehidupan Nenek Sebatang Kara, Polisi di Rote Ini Berbagi Kasih

Atap rumah dari ilalang bocor di mana-mana. Dindingnya pun banyak yang bolong.

Kondisinya sungguh memprihatinkan, pintu dan dindingnya sudah tidak layak.

Beberapa bagian rumahnya hanya ditutupi papan bekas agar angin tak masuk rumah.

Di beberapa tempat, nenek Sarai memasang kain atau papan untuk menutupi bagian dalam rumahnya.

Angin dan air hujan bisa dengan mudah masuk di sela-sela rumah yang hanya tertutup papan bekas seadanya.

Nenek Sarai tinggal di Dusun Lelesur, Desa Oebou Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao.

Ia menjalani kehidupan yang masih tradisional. Sehari-hari nenek ini tidur di tempat tidurnya yang terbuat dari bambu.

Bahkan nenek Sarai sehari-hari juga memasak menggunakan tungku bakaran.

Prihatin dengan kondisi nenek Sarai, Bhabinkamtibmas wilayah setempat, Briptu Marsel Henuk pun menyambangi kediaman wanita tua rentah itu.

Peduli Kehidupan Nenek Sebatang Kara, Polisi di Rote Ini Berbagi Kasih

Briptu Marsel juga memberikan sumbangan parsel yang sebelumnya diterima dari Kapolres Rote Ndao.

“Parsel ini untuk Bhabinkamtibnas tapi saya kasih ke nenek ini karena dia hidup sebatang kara. Saya merasa dia lebih membutuhkan,” kata Briptu Marsel yang menjadi Bhabinkamtibmas di tiga desa, yakni Desa Oebou, Desa Oeseli dan Desa Pulau Landu, Kecamatan Rote Barat Laut. (R4)

  • Bagikan