Upah Tak Dibayar, Puluhan Buruh Mogok Kerja dan Segel Kantor PT Adhi Karya di Kupang

Upah Tak Dibayar, Puluhan Buruh Mogok Kerja dan Segel Kantor PT Adhi Karya di Kupang

KUPANG, PENATIMOR — Puluhan buruh bangunan menggelar aksi mogok kerja di depan kantor proyek PT Adhi Karya di Kupang setelah upah mereka tidak dibayarkan selama beberapa bulan. Aksi mogok ini terjadi pada Senin (1/7/2024) sore.

Para buruh yang terlibat dalam proyek pembangunan 2100 unit rumah bagi warga eks Timor-Timur dan warga lokal di Desa Camplong Dua, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menuntut kejelasan pembayaran upah mereka yang telah tertunda.

Selain menggelar aksi mogok kerja, para buruh juga menyegel seluruh pintu masuk kantor dan membakar ban bekas di depan pintu kantor proyek. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap PT Adhi Karya yang dianggap mengabaikan hak-hak mereka.

Sutrisno, salah seorang buruh yang terlibat dalam aksi, menyatakan bahwa mereka sudah bosan menagih upah yang terus-menerus dijanjikan akan dibayar minggu depan namun tak kunjung direalisasikan.

“Kami sudah berkali-kali menagih ke proyek, tapi selalu dijanjikan minggu depan. Sampai sekarang belum ada pembayaran dari perusahaan,” ungkap Sutrisno saat ditemui di lokasi aksi.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama menjadi buruh di proyek tersebut, pembayaran upah mereka sering dipersulit oleh pihak perusahaan dengan berbagai alasan.

Tagihan upah kami selalu ditunda dan dipersulit. Mereka selalu memberikan harapan agar kami terus bekerja, tapi pembayaran upah selalu ditunda,” katanya.

Senada dengan Sutrisno, Jimmy Lasa, seorang pekerja lokal yang hanya bisa menjaga malam dan bekerja harian di sejumlah mandor, juga mengeluhkan hal yang sama.

Menurutnya, upahnya ditunda pembayaran sejak tahun 2023 hingga saat ini belum dibayar, sementara proyek sudah memasuki masa akhir pelaksanaan.

“Saya hanya minta PT Adhi Karya segera membayar uang saya. Kami ini pekerja kasar yang menaruh harapan pada upah yang diberikan oleh mandor.

Jika mandor tidak dibayar, dari mana kami bisa mendapatkan uang?” katanya dengan penuh kesal.

Jimmy Lasa juga mengkritik PT Adhi Karya, perusahaan BUMN yang dianggap tidak memiliki komitmen pelayanan yang baik kepada pekerjanya.

“Masa perusahaan sekelas Adhi Karya bisa menunggak upah pekerja sampai miliaran rupiah. Ini sudah berbahaya, sebaiknya perusahaan ini dibubarkan saja karena hanya membuat susah rakyat kecil yang mencari hidup sebagai buruh,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak proyek PT Adhi Karya di lokasi proyek tidak bersedia memberikan keterangan terkait aksi mogok kerja ini.

Salah satu staf proyek yang berada di lokasi demo mengatakan, “Maaf pak, kami hanya staf proyek biasa saja. Ini urusan kantor pusat.” (wil)