Perjuangan Pemuda dari Pedalaman Alor Ikut Tes Polri, Rela Jalan Kaki ke Lokasi Tes

Perjuangan Pemuda dari Pedalaman Alor Ikut Tes Polri, Rela Jalan Kaki ke Lokasi Tes

KUPANG, PENATIMOR – Kehidupan keluarga di kampung halaman di Desa Subo, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, yang serba sulit dan kekurangan menjadikan Piter Lanani (18) berpikir keras untuk mengubah kehidupan orangtua dan saudaranya.

Piter merupakan anak kedua dari pasangan Alfonsus Lanani dan Afliana Waangsir. Ayah dan ibu nya adalah petani tulen yang mengandalkan hidup dari bercocok tanam tomat dan pisang.
Hasil panen tomat dijual di pasar mingguan di Kecamatan Alor Selatan pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu.

Walau sudah ada listrik di desa namun keluarga ini belum merasakan listrik karena ketiadaan biaya memasang listrik dan membeli pulsa listrik.
Piter Lanani merupakan satu dari ribuan peserta penerimaan Bintara Polri Panda Polda NTT TA 2024.

Piter sendiri menamatkan pendidikan menengah atas di SMA Negeri Apui, Kabupaten Alor pada tahun 2023.
Dari 4 bersaudara, hanya Piter yang mengenyam pendidikan hingga tamat SMA.

Kakak sulungnya Imanuel Lanani (20) tidak tamat SD. Demikian pula dua orang adiknya Japi (18) dan Lano Lanani (15) juga putus SD.
Alasannya selain karena kesulitan ekonomi, juga karena jarak sekolah yang jauh.
Piter sendiri harus jalan kaki 5 kilometer untuk ke sekolah setiap hari.

Setamat SMA tahun 2023 lalu, Piter menganggur dan membantu orang tua nya bertani tomat dan pisang.
Baru pada tahun 2024, Piter mendapat informasi soal penerimaan anggota Polri dari rekannya sehingga ia pun mengurus berkas-berkas untuk mendaftar di Polres Alor. Namun sayangnya, rekannya tidak jadi mendaftar sehingga Piter pun nekat mendaftar seorang diri.

Perjalanan dari kampung halaman ke Kota Kalabahi untuk mendaftar dan mengantar berkas ditempuh selama dua jam perjalanan dengan sepeda motor pinjaman.
Ketika harus berangkat dari Kalabahi-Alor ke Kupang dengan KM Sirimau, Piter hanya dibekali uang kapal Rp 150.000 oleh orang tua nya.

Piter membeli tiket Rp 111.000 dan tersisa Rp 44.000 yang dipakai untuk jasa ojek dari pelabuhan Tenau ke rumah kerabatnya Ima Lohomai di Kelurahan Nunhila Kecamatan Alak, Kota Kupang dan modal untuk datang ke Polda NTT.

Karena para Casis diwajibkan memakai kemeja batik maka Piter pun meminjam baju batik, celana panjang kain dan sepatu milik temannya.
Begitu pula saat mengikuti pemeriksaan kesehatan I di Sansiro Pitoby sport Center, ia meminjam kaos putih dan celana putih dari rekannya.

Para peserta sebelum ke lokasi tes dikumpulkan di Polda NTT pada pukul 05.00 wita untuk diangkut dengan bus ke lokasi tes.
Piter pun harus berjalan kaki sejak pukul 03.00 wita dari Kelurahan Nunhila ke Polda NTT untuk menumpang bus ke lokasi tes.
Seluruh aktivitas dari rumah ke Polda NTT atau lokasi tes dilakukan dengan berjalan kaki.

“Saya sudah terbiasa jalan kaki jadi karena tidak ada ongkos maka saya tetap jalan kaki,” ujar Piter.

Sepanjang hari selama pelaksanaan pemeriksaan kesehatan I pada Jumat (3/5/2024), Piter pun dibelikan makan siang dan minum oleh rekannya.
Malam hari, Piter pun mendapatkan jatah makan dari panitia karena ia sama sekali tidak memiliki uang.

“Keinginan saya (ikut tes polisi) hanya untuk membanggakan orang tua dan keluarga di kampung,” ujar Piter saat ditemui di Pitoby Sport Center Jumat (3/5/2024) malam usai pengumuman hasil seleksi kesehatan I.

Ia juga bertekad berusaha sekuat tenaga mengikuti setiap tahapan seleksi.
Piter menyadari kalau ia sama sekali belum memiliki gambaran soal tes psikologi dan tahapan selanjutnya.
Namun ia bertekad berusaha untuk mendapatkan hasil terbaik. “Semoga perjuangan saya berhasil,” ujarnya.

Tekad untuk menjadi anggota Polri sangat kuat karena ketiga kakak dan adiknya putus sekolah dan orang tua hanyalah petani biasa.
“Saya mau banggakan orang tua yang serba kekurangan di kampung,” ujarnya dengan suara bergetar.

Saat datang dari Alor, Piter hanya membawa pakaian seadanya dan berkas-berkas untuk kepentingan seleksi penerimaan anggota Polri.
Perjuangan Piter tidak sia-sia. Saat pengumuman hasil pemeriksaan kesehatan tahap I pada Jumat malam, ia dinyatakan lulus dan memenuhi syarat bersama ratusan peserta lainnya.
Piter pun segera mempersiapkan diri mengikuti tahapan selanjutnya yakni tes psikologi dengan sistem CAT pada 10 Mei 2024 mendatang. (*/bet)