Diduga Curi Motor, Seorang Siswa SMP di Kupang Ditangkap Polisi

Diduga Curi Motor, Seorang Siswa SMP di Kupang Ditangkap Polisi

KUPANG, PENATIMOR – Unit Jatanras Satuan Reskrim Polresta Kupang Kota berhasil mengamankan seorang remaja berinisial MCDS (14), pelaku tindak pidana pencurian sepeda motor.

Penangkapan dilakukan di Jalan R.W. Monginsidi II, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, setelah adanya laporan dari warga.

MCDS, seorang siswa SMP Negeri di Kota Kupang, diciduk berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/504/V/2024/SPKT/Polresta Kupang Kota Polda NTT yang dilaporkan oleh Agustinus pada tanggal 13 Mei 2024.

Kejadian pencurian tersebut terjadi di depan Gedung Keuangan, Jalan Frans Seda, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa 1 unit sepeda motor Yamaha Vega ZR warna biru dengan spoiler dan kelengkapan lainnya serta sebuah kunci sepeda motor yang digunakan untuk menghidupkan kendaraan curian.

Setelah menerima laporan, Unit Jatanras segera melakukan penyelidikan.

Informasi dari warga menyebutkan adanya seorang pelajar yang tidak memiliki sepeda motor namun kini menguasai satu unit sepeda motor yang sudah dipreteli.

Keterangan ini diperoleh dari paman kandung MCDS yang kemudian dihubungi oleh Unit Jatanras untuk penyelidikan lebih lanjut.

Setelah interogasi intensif, MCDS mengakui bahwa dialah pelaku pencurian tersebut.

Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol. Aldinan R.J.H Manurung, S.H., S.I.K., M.Si., membenarkan penangkapan ini.

“Pelaku merupakan siswa kelas 2 SMP dan masih tergolong anak di bawah umur. Setelah mencuri, pelaku membongkar seluruh body sepeda motor untuk menghilangkan identitas kendaraan sehingga bisa digunakan dengan leluasa,” ujar Kombes Aldinan.

Kapolresta menambahkan bahwa saat diamankan, MCDS tidak melakukan perlawanan, dan orangtua pelaku mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada pihak Polresta Kupang Kota.

Saat ini, MCDS diamankan di Mapolresta Kupang Kota untuk interogasi lebih lanjut oleh Unit Jatanras serta pemeriksaan intensif oleh Unit Pidum dengan didampingi oleh pihak keluarga. (wil)