Adi Roma Sanda, Mantan Ajudan Aspidsus Kejati NTT Terpilih jadi Pasukan Perdamaian Dunia

Adi Roma Sanda, Mantan Ajudan Aspidsus Kejati NTT Terpilih jadi Pasukan Perdamaian Dunia

KUPANG, PENATIMOR – Brigpol Adi Roma Sanda, anggota Polres Kupang pada Satuan Reskrim, terpilih menjadi salah satu pasukan perdamaian dunia yang akan berangkat ke Bangui, Afrika Tengah.

Ia resmi akan menjadi bagian dari pasukan PBB dalam misi kemanusiaan di benua hitam itu.

Brigpol Adi Roma Sanda dinyatakan terpilih dan memenuhi syarat sebagai pasukan Satuan Tugas Garuda Bhayangkara (Satgas Garbha) Formed Police Unit (FPU) 6 MINUSCA, setelah mengikuti serangkaian seleksi yang ketat di Kupang dan Jakarta.

Adi Roma yang pernah menjadi ajudan Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTT, Ridwan Sujana Angsar, SH., MH., itu telah melewati seleksi ketat untuk mendapat kesempatan berangkat menjadi pasukan perdamaian dunia.

Adi Roma Sanda, Mantan Ajudan Aspidsus Kejati NTT Terpilih jadi Pasukan Perdamaian Dunia

Dia juga dikenal sebagai anggota Polri yang berprestasi di bidang olahraga, khususnya sepakbola dan taekwondo.

Ia dikenal sebagai pemain sepakbola yang sangat berbakat, dimana dia pernah dipercaya memperkuat tim PS Kota Kupang atau Persekota Koepan dalam turnamen kualifikasi Liga 3 El Tari Memorial Cup (ETMC) selama lima musim berturut-turut.

Selain itu, Adi Roma juga merupakan atlet taekwondo yang berprestasi. Dalam berbagai turnamen tingkat regional, dia sukses meraih medali emas sekaligus menjadi atlet terbaik.

Bahkan, Adi Roma juga pernah mengikuti kejuaraan Taekwondo Kapolri Cup di Jakarta pada tahun 2019, dan sukses menyumbang medali untuk tim Polda NTT.

Tak hanya sebagai atlet, Adi Roma juga menjadi pelatih di Dojang Adhyaksa Taekwondo Club (ATC) dan Dojang Lambada.

Ia mengatakan selain dirinya, NTT memiliki tujuh wakil lainnya untuk misi kemanusiaan kali ini.

“Kami dari NTT yang berangkat untuk penugasan khusus ke Bangui, Afrika Tengah, total ada 8 orang. Ada 4 perwira dan 4 bintara. Untuk bintara, selain beta, ada 1 anggota dari Polda dan 2 anggota Brimob. Kemudian untuk perwira, ada 3 orang dari Brimob, dan 1 orang dari Polres Lembata,” ujarnya saat dihubungi via WhatsApp, Sabtu (20/4/2024).

“Nanti kami penugasan 5 bulan di Jakarta dulu, abis itu baru berangkat penugasan di Bangui selama satu tahun,” lanjut dia.

Alumni SMA 2 Kupang ini mengatakan, sebelum terpilih menjadi bagian dari pasukan perdamaian dunia, dirinya telah melalui berbagai syarat dan tahapan seleksi.

Lulusan Bintara Polri tahun 2013 ini mengatakan, tahapan seleksi dimulai di Polda NTT, meliputi tes bahasa Inggris secara online dan juga tes psikologi.

Dan, dari 87 orang peserta yang mengikuti tes di Kupang, hanya 15 orang yang dinyatakan lolos mengikuti tes lanjutan di Jakarta.

“Kemudian dari 15 peserta itu, hanya 8 orang yang dinyatakan lolos menjadi pasukan perdamaian ke Bangui,” terangnya.

Adi Roma mengatakan dirinya siap untuk menghadapi tingginya resiko sebagai pasukan perdamaian dunia.

“Saya sudah siap dengan resiko yang harus diterima. Insya Allah, saya siap untuk menghadapi semua penugasan nanti,” ujarnya.

Untuk diketahui, Adi Roma terlahir sebagai anak keempat dari enam bersaudara. Dan, empat saudaranya juga merupakan anggota Polri, dan menjadi atlet berbakat sepakbola dan taekwondo.

Hanya satu saudarinya yang mengikuti jejak ayahnya menjadi pegawai pada Kemenkumham.

Kakaknya, Ibnu Sanda, kini menjadi pelatih sepakbola dan pernah dipercaya menjadi asisten pelatih tim sepakbola NTT untuk ajang PraPopnas, Popnas, dan Pra PON. Dia juga merupakan pelatih taekwondo.

Ada juga Alsan Sanda, yang juga kakak kandung dari Brigpol Adi Roma, yang merupakan pesepakbola profesional pada Liga 1 Indonesia dan saat ini membela klub Bhayangkara FC. (bet)