Dugaan Money Politic di Kupang, Caleg Terpilih Partai Gerindra Digugat

Dugaan Money Politic di Kupang, Caleg Terpilih Partai Gerindra Digugat
KUPANG, PENATIMOR – Caleg Partai Gerindra di Kota Kupang, Thobia Pandie menggugat caleg terpilih Dance Bistolen ke Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang.
Gugatan Thobia Pandie yang juga merupakan anggota aktif DPRD Kota Kupang ini atas dugaan kuat money politic dalam proses pemilihan anggota DPRD Kota Kupang pada Pemilu 2024.
Thobia Pandie menganggap bahwa tindakan ini merupakan perbuatan melawan hukum yang merusak prinsip, etika, dan kepatutan dalam penyelenggaraan Pemilu yang seharusnya bersifat langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
Dance Bistolen selaku caleg terpilih dari Dapil 3 Kota Kupang yang meliputi wilayah Kecamatan Maulafa, berhasil mengalahkan Thobia Pandie dalam pertarungan sengit di wilayah yang sama.
Kedua politisi tersebut adalah kader Partai Gerindra, menambah kompleksitas konflik ini.
Gugatan ini tidak hanya menyorot Dance Bistolen sebagai tergugat utama, melainkan juga melibatkan sejumlah pihak lain, termasuk Gubernur NTT, Wali Kota Kupang, KPU Kota Kupang, Bawaslu Kota Kupang, dan Apris Sinlae.
Kuasa hukum Thobia Pandie, Drs. Hendriyanus Rudyanto Tonubessi, SH., M.Si., M.Hum., dalam konferensi pers pada Senin (11/4/2024), menyampaikan bahwa dasar gugatan ini adalah adanya money politic yang dianggap melanggar prinsip demokrasi.
“Gugatan ini tidak hanya sekadar sengketa hasil pemilihan umum, melainkan juga sebagai perbuatan yang tercela dan melanggar hukum,” kata advokat yang akrab disapa Rudy Tonubessi itu.
“Jika terbukti bersalah, Dance Bistolen dan pihak terkait berpotensi untuk dijatuhi sanksi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, termasuk pembatalan penetapan sebagai calon terpilih,” lanjut dia.
Sidang perdana untuk mengungkap kebenaran gugatan ini dijadwalkan akan digelar pada tanggal 24 Maret 2024 di Pengadilan Negeri Kupang.
Hingga berita ini diturunkan, Dance Bistolen sebagai tergugat utama dan Sekretaris DPD Partai Gerindra, Fernando Soares, belum memberikan tanggapan atau klarifikasi terkait gugatan ini meski telah dihubungi melalui pesan WhatsApp. Perkembangan selanjutnya akan terus kami pantau dan sampaikan. (wil)