Berkah Peduli Stunting: Bank NTT Terima Penghargaan Pos Kupang Award

  • Bagikan
Berkah Peduli Stunting: Bank NTT Terima Penghargaan Pos Kupang Award

KUPANG, PENATIMOR – Di ujung barat Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kecamatan Kupang Barat, terdapat sebuah cerita luar biasa tentang kepedulian dan aksi nyata dalam mengatasi masalah stunting yang telah mempengaruhi anak-anak di seluruh NTT selama beberapa tahun terakhir.

Cerita ini dimulai sejak dua tahun yang lalu, ketika Bank NTT memutuskan untuk berdiri sebagai pahlawan bagi anak-anak yang menderita stunting di wilayah ini.

Program “Kaka Asuh” yang mereka luncurkan tahun lalu telah menjadi salah satu tonggak penting dalam perjuangan melawan stunting.

Semua direksi, komisaris, dan pegawai Bank NTT dengan tulus menjadi kakak angkat bagi anak-anak yang menghadapi status stunting ini.

Mereka menyisihkan sebagian dari penghasilan mereka untuk membantu masyarakat yang memiliki bayi dengan status gizi yang buruk.

Keputusan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Bank NTT untuk membantu mereka yang membutuhkan, dan upaya ini mendapat dukungan luar biasa dari berbagai pihak.

Ternyata, aksi kemanusiaan ini tidak hanya menyentuh hati masyarakat, tetapi juga diakui oleh media terbesar dan tertua di Provinsi NTT, Pos Kupang.

Bank NTT menerima penghargaan “Pos Kupang Award Peduli Stunting” dalam kategori ‘Lembaga Keuangan Penggerak Program Kakak Asuh’.

Penghargaan ini diserahkan dalam sebuah seremoni yang penuh makna pada Senin, 2 Oktober 2023, di Harper Hotel Kupang.

Pos Kupang, sebagai pelaksana program yang baru pertama kali diadakan, ingin mengapresiasi lembaga dan masyarakat yang telah berperan penting dalam upaya mengatasi masalah stunting di Provinsi NTT.

Bank NTT adalah salah satu dari beberapa lembaga yang mendapatkan penghargaan ini. Selain itu, Pemerintah Kota Kupang juga diberi penghargaan sebagai lembaga pemerintahan yang mendukung program Posyandu untuk pencegahan stunting, bersama dengan Pemkab Belu.

Layanan jasa keuangan seperti KSP Kopdit Pintu Air, Yayasan Sumur 83, PT PLN (Persero) UIW Nusa Tenggara Timur, dan Kapolresta Kupang Kota juga diakui sebagai pilar dalam perjuangan melawan stunting.

Inilah bukti nyata bahwa kepedulian dan kerja sama masyarakat, lembaga-lembaga, dan pemerintah dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan anak-anak yang paling rentan.

Semoga cerita inspiratif ini menjadi dorongan bagi lebih banyak orang dan lembaga untuk bergabung dalam perjuangan melawan stunting, karena bersama-sama, kita dapat membawa perubahan yang nyata dalam masyarakat kita. (bet)

  • Bagikan