SADIS! Gadis Cilik 12 Tahun di Kupang Dicabuli Kakek 73 Tahun dan Putranya 50 Tahun

SADIS! Gadis Cilik 12 Tahun di Kupang Dicabuli Kakek 73 Tahun dan Putranya 50 Tahun

KUPANG, PENATIMOR – Satuan Reskrim Polres Kupang melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) bekerja keras mengungkap terduga pelaku atas kasus percabulan anak dengan korban APJF (12) yang dilaporkan Yuliana Benu di SPKT Polres Kupang pada tanggal 1 Mei 2023 lalu, sesuai dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/84/V/2023/SPKT/Polres Kupang/Polda NTT tanggal 1 Mei 2023.

Pelaku yang berhasil diungkap adalah seorang laki-laki tua berinisial YB (73) bersama anaknya berinisial IYMB (50) yang merupakan warga RT 17/RW 006, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dengan terungkapnya terduga pelaku ini, penyidik selanjutnya melakukan penahanan demi menjamin kedua terduga pelaku tidak melarikan diri, dan menghindari masalah atau proses hukum yang sedang dihadapinya.

Per tanggal 27 Juni 2023, kedua terduga pelaku ditahan dengan Surat Perintah Penahanan Nomor SP.Hn/36/VI/Res. 1.24/ 2023/Sat Reskrim terhadap IYMB, dan Surat Perintah Penahanan Nomor SP.Hn/35/VI/Res. 1.24/ 2023/Sat Reskrim terhadap YB.

Kapolres Kupang AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K., M.H., membenarkan adanya upaya hukum yang dilakukan penyidik PPA Polres Kupang dengan melakukan penahanan terhadap kedua terduga pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Ya kedua pelaku kami sudah tahan, dan saat ini sudah berada dalam ruang tahanan Polres Kupang,” tegasnya.

Orang nomor satu di Polres Kupang ini menguraikan bahwa awalnya dibulan Januari tahun 2023 korban datang di rumah pelaku YB untuk bermain dengan anak pelaku. Saat itu YB mengajak korban masuk ke dalam kamar tidur dan sesampainya di kamar tidur, pelaku meraba bagian-bagian vital korban dan mengajaknya untuk bersetubuh dengan iming-iming dibayar uang sejumlah Rp 100.000, namun korban menolaknya dan langsung melarikan diri.

Dan pada bulan Maret 2023 korban kembali ke rumah pelaku untuk mengantar uang. Saat itu IYMB yang tinggal serumah dengan YB melihat korban datang dan langsung menariknya ke dalam kamar tidur dan membuka baju korban kemudian melakukan hal yang tidak senonoh terhadap korban hingga korban ketakutan dan melarikan diri. Atas aksi bejat kedua pelaku korban menceriterakanya kepada ibunya dan selanjutnya melapor di SPKT Polres Kupang.

Dari laporan inilah penyidik PPA dibawah pimpinan Ipda Sutrisno bersama Aipda Mesak Manimoi, S. Ap., Briptu Fatima Wati Balae, dan Briptu Theresia Marisca, bekerja keras melakukan penyidikan hingga mengungkap keterlibatan kedua pelaku yang merupakan tetangga korban sendiri. (bet)