509 Anggota Polri dan ASN di Polda NTT Naik Pangkat

509 Anggota Polri dan ASN di Polda NTT Naik Pangkat

KUPANG, PENATIMOR – Kapolda NTT Irjen Johni Asadoma memimpin upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Perwira dan Bintara Polri Periode 1 Juli 2023 serta ASN Polri Periode 1 April 2023 Polda NTT di lapangan Ricky Sitohang, Mapolda NTT, Jumat (30/6/2023) pagi.

Hadir dalam upacara ini, Irwasda Polda NTT Kombes Zulkifli dan para pejabat utama Polda NTT.

Tampak hadir juga Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vera Cristina Sirait Asadoma, pengurus Bhayangkari NTT dan Dharmawanita.

Dalam upacara ini, sebanyak 509 anggota Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Polri lingkup Polda NTT dan Polres jajaran naik periode jelang 1 Juli 2023 dan 1 April 2023.

Ratusan anggota Polri dan ASN ini mengikuti upacara kenaikan pangkat  perwira dan Bintara Polri Periode 1 Juli 2023 serta ASN Polri periode 1 April 2023 Polda NTT di Lapangan Ricky Sitohang Polda NTT, Jumat (30/6/2023).

Upacara dipimpin Kapolda NTT, Irjen Pol Drs Johni Asadoma, MHum dihadiri seluruh pejabat utama Polda NTT.

509 orang ini terdiri dari 456 orang anggota Polri yakni 141 orang di Polda NTT dan 315 orang di Satwil/Polres serta ASN 53 orang terdiri dari 37 orang di Polda NTT dan 16 di Polres jajaran.

Anggota dan ASN yang naik pangkat 509 orang ini masing-masing 178 orang di Polda NTT dan 331 di Satwil/Polres jajaran. Perwira menengah (Pamen) sebanyak 10 orang yakni 8 di Polda NTT dan 2 di Satwil/Polres.

Kenaikan pangkat menjadi AKBP sebanyak 5 orang yakni di Polda  NTT 4 orang dan Polres 1 orang serta Kompol sebanyak 5 orang terdiri dari 4 orang di Polda NTT dan 1 di Polres.

Perwira Pertama (Pama) sebanyak 20 orang yakni 7 orang di Polda NTT dan 13 orang di Polres jajaran. Pama terdiri dari AKP 14 orang yakni 6 orang di Polda dan 8 orang di Polres. Iptu sebanyak 5 orang yakni 1 di Polda NTT dan 4 di Polres serta Ipda sebanyak 1 orang di Polres.

Bintara sebanyak 426 orang yakni 126 di Polda NTT dan 300 di Polres. Aiptu 130 orang yakni 36 orang di Polda NTT dan 94 orang di Satwil/Polres. Aipda 18 orang yakni 4 orang di Polda dan 14 orang di Polres. Bripka sebanyak 20 orang yakni 5 orang di Polda dan 15 orang di Polres.

Brigpol sebanyak 86 orang yakni 45 orang di Polda dan 41 orang di Polres. Briptu 172 orang yakni 36 orang di Polda dan 136 orang di Satwil/Polres.

Sementara ASN sebanyak 53 orang terdiri dari golongan IV sebanyak 6 orang di Polda NTT, golongan III sebanyak 20 orang yakni 19 orang di Polda dan 1 di Polres serta golongan II 27 orang terdiri dari 12 orang di Polda NTT dan 15 orang di Satwil/Polres.

Kapolda NTT pada kesempatan tersebut menyebutkan  bahwa kenaikan pangkat merupakan salah satu bentuk penghargaan yang diberikan organisasi atas prestasi kinerja setiap personel dalam melaksanakan tugas pokoknya.

Kenaikan pangkat, menurut Kapolda NTT bukanlah hak yang pasti diterima oleh setiap personel Polri, namun merupakan kumulatif dari penilaian beberapa aspek seperti dedikasi, loyalitas, disiplin, tanggung jawab serta sikap dan perilaku yang tidak tercela.

“Kenaikan pangkat bukan hanya merupakan perubahan status hirarki, gaji dan hak-hak yang diterima oleh saudara, akan tetapi dengan kenaikan pangkat merupakan cerminan kompetensi yang harus diemban sehingga saudara dapat lebih meningkatkan profesionalisme, kinerja dan yang lebih utama adalah rasa tanggung jawab sesuai dengan jenjang pangkat yang saudara sandang saat ini,” pesannya.

Kenaikan pangkat juga pertanda adanya harapan kepercayaan lebih yang diberikan institusi kepada anggota.

“Oleh karena itu, amanah dan kepercayaan tersebut harus dapat dijaga dan dipertanggungjawabkan, terutama terhadap profesionalitas dan moralitas di bidang tugas masing-masing,” katanya.

Diingatkan bahwa pangkat yang semakin tinggi bukanlah simbol perubahan derajat semata, namun juga harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi dan kemampuan diri, memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan citra polri menjadi lebih baik, meningkatkan disiplin, wawasan dan etos kerja yang baik serta mempersembahkan pengabdian terbaik dengan integritas dan loyalitas yang tinggi, demi terwujudnya Polri yang presisi.

Kenaikan pangkat ini juga dirasakan oleh ASN Polri, sebagai bagian integral dalam tubuh institusi Polri. Untuk itu, ASN Polri juga harus berkontribusi dan menjadi bagian dalam upaya memberikan pengabdian terbaik serta lebih mendekatkan diri kepada masyarakat.

“Karena tantangan tugas Polri di masa kini dan mendatang akan semakin berat dan kompleks yang menuntut institusi Polri, untuk selalu memberikan pelayanan prima, serta menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik,” ujarnya.

Para aparatur sipil negara dituntut untuk turut berperan dalam menggerakkan dinamika organisasi Polri. Hal ini tidak lepas dari amanat undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Diingatkan bahwa ASN dan Polri merupakan satu kesatuan yang terpadu serta bersama-sama bertanggungjawab dalam pelaksanaan tugas pokok Polri.

Mereka yang naik pangkat diingatkan harus lebih banyak bersyukur kepada Tuhan Yang Maha  Esa, atas nikmat yang telah yang diberikan.

“Jalani dengan rasa syukur kepada Tuhan dan harus menggunakan pangkat tersebut dengan sebaik-baiknya bagi institusi Polri ini,” ungkapnya.

Kapolda juga menekankan agar anggota Polri dan ASN senantiasa meningkatkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta memperkokoh soliditas internal dalam upaya meningkatkan kinerja dan profesionalstas.

“hindari perilaku dan sikap arogansi yang dapat menurunkan citra Polri serta jalin sinergisitas dengan seluruh stakeholder yang ada baik itu TNI, Pemerintah Daerah, mahasiswa, tokoh pemuda, tokoh adat dan tokoh masyarakat dan berupaya terus membangun SDM yang unggul dan profesional dalam pelaksanaan tugas,” tambahnya.

Kapolda juga mengingatkan agar semua tidak lengah, dan senantiasa waspada serta memonitor setiap perkembangan situasi yang terjadi ditengah masyarakat terutama menjelang pemilu 2024.

“Agar kita senantiasa siap dan mampu dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat yang pada akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada institusi yang kita cintai,” tegasnya

“Ingatlah pepatah hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Jadilah sosok anggota Polri yang santun dalam tutur kata, sopan dalam tingkah laku, bijak dalam bertindak, dan senantiasa bisa menjadi mitra masyarakat,” tandas Kapolda NTT. (wil)