Tangkap Ikan Pakai Bahan Kimia Berbahaya, 3 Nelayan di Sikka jadi Tersangka, Terancam 6 Tahun Penjara

Tangkap Ikan Pakai Bahan Kimia Berbahaya, 3 Nelayan di Sikka jadi Tersangka, Terancam 6 Tahun Penjara

MAUMERE, PENATIMOR – Polres Sikka kembali berhasil mengungkap kasus penangkapan ikan dengan menggunakan bahan kimia.

Wakapolres Sikka Kompol Ruliyanto J.P. Pahroen, S.Sos., S.I.K., dalam jumpa pers, Senin (19/6/2023) pagi, mengatakan, pada Selasa (30/5/2023) di perairan Kabupaten Sikka yang berada di perairan Teluk Maumere, wilayah Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, telah terjadi tindak pidana tersebut dengan cara pada Senin (29/5) ketiga tersangka UD, ARD dan MLE bersepakat bersama untk melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan kimia Dupont Lannate.

“Tersangka UD membeli bahan kimia tersebut dan mencampurkannya dengan ikan umpan yang sudah dihaluskan dan didiamkan selama kurang lebih dua jam. Setelah itu tersangka UD mengajak ARD dan MLE untuk untuk menangkap ikan dengan bahan yang sudah disiapkan tersebut,” jelas Wakapolres, yang didampingi Kasi Humas AKP Margono, S.E., dan Kasat Polairud Ipda M. Herson Liman.

Wakapolres menambahkan, tersangka UD dengan menggunakan sampan berwarna merah hijau mengayuh ke lokasi dan mengambil umpan yang sudah tercampur Dupont Lannate, dan mengamburkan dengan tangannya ke dalam laut sekitarnya, setelah beberapa saat datang tersangka ARD dan MLE dengan menggunakan sampan berwarna biru.

“Ketika melihat ada ikan yang sudah mati, tersangka ARD dan MLE lompat dan menyelam tanpa menggunakan alat bantu untuk mengambil ikan tersebut dan mendapatkan hasil sebanyak 5 ekor ikan, ketika sedang melaksanakan aksinya, datanglah petuas Satpolairud Polres Sikka dan mengamankan tersangka ARD sedangkan pada saat itu tersangka UD dan MLE berhasil melarikan diri ke daratan, namun beberapa jam kemudian berhasil di tangkap di kediamannya masing-masing,” imbuhnya.

Barang bukti yang diamankan dalam penangkapan tersebut adalah 1 bungkus Dupont Lannate dengan tulisan berat 100 gram yang berisi bubuk berwarna hijau, berwarna dasar merah dan putih pada bagian pinggir dan dalam keadaansudah robek pada salah satu sisi, 1 bungkus plastik berwarna biru yang diduga berisikan campuran ikan yang sudah dihaluskan dengan bubuk Dupont Lannate, 2 ekor ikan ketamba, 1 buah sampan dengan warna merah hijau, dan 1 buah alat pendayung dengan warna asli kayu. Barang butki tersebut didapatkan dari tersangka UD.

Sedangkan dari tersangka ARD diamankan barang bukti 3 ekor ikan ketamba, 1 buah sampan dengan warna biru, dan 1 buah alat pendayung dengan warna bercak hijau.

Pada kesempatan itu Kasat Polairud menambahkan, “Dari hasil penyidikan, modus pelaku menggunakan bahan kimia dalam melakukan penangkapan ikan adalah lebih mudah untuk mendapatkan ikan”.

Pasal yang disangkakan kepada pelaku adalah Pasal 84 ayat (1) Undang-undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana diubah ditambah dengan Undang-undang nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan Jo Pasal 55 ayat (1) ke–1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 6 tahun. (bet)