Eksepsi Ditolak, Kuasa Hukum Pemegang Saham Bank NTT: Kami Langsung ke Materi Pembuktian

Eksepsi Ditolak, Kuasa Hukum Pemegang Saham Bank NTT: Kami Langsung ke Materi Pembuktian

KUPANG, PENATIMOR – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kupang menolak eksepsi tergugat Pemegang Saham Bank NTT yang menyatakan kewenangan mengadili perkara gugatan Izhak Eduard Rihi ada di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Dimana hakim menilai bahwa Pengadilan Negeri berhak untuk mengadili perkara gugatan Izhak Rihi, terkait proses pemberhentiannya sebagai Dirut Bank NTT.

Amar putusan eksepsi dibacakan oleh Majelis Hakim Anggota Consilia Ina L. Palang Ama, S.H., Rabu (7/6/2023).

Sidang beragenda pembacaan putusan sela itu dipimpin Ketua Majelis Hakim Florince Katerina, didampingi dua Hakim Anggota Consilia Ina L. Palang Ama dan Rahmat Aries SB, S.H.,M.H.

Setelah putusan sela, maka sidang gugatan Ishak Rihi dilanjutkan ke tahap pembuktian materi oleh Tergugat dan Pengugat.

Kuasa Hukum Pemegang Saham Bank NTT Apolos Djara Bonga, S.H., mengatakan, setelah putusan sela, pihaknya telah mengajukan pembuktian dalam persidangan.

Eksepsi Ditolak, Kuasa Hukum Pemegang Saham Bank NTT: Kami Langsung ke Materi Pembuktian
Apolos Djara Bonga, S.H

“Tetapi dalam pertimbangan putusan sela sudah masuk ke ranah materi, jadi akan dibuktikan di dalam materi. Terutama terkait logo Garuda di dalam surat keputusan tersebut,” kata Apolos kepada awak media usai sidang.

Dijelaskan Apolos, PT Bank NTT murni merupakan perusahan swasta, maka surat keputusan pemegang saham tidak menggunakan logo Garuda.

Namun dalam surat keputusan pemberhentian Izhak Rihi dari Dirut Bank NTT menggunakan logo Garuda.

“Untuk itu, tidak mudah menggunakan logo Garuda, karena terdapat Undang-Undang Lambang Negara yang digunakan oleh mereka yang berkapasitas sebagai pejabat tata usaha negara,” sebutnya.

Usai putusan sela, Apolos mengaku pihaknya akan membuktikan di persidangan, karena materi pembuktian yang akan dilampirkan dalam persidangan cukup banyak.

Sementara itu, Erwan Fanggidae selaku kuasa hukum Izhak Eduard Rihi, menilai putusan sela majelis hakim sudah memadai.

“Karena dipertimbangkan dari berbagai aspek, dimana kami sudah masukan gugatan, dalil-dalilnya. Jadi apa yang diputuskan hakim sudah terbaik,” kata Erwan Fanggidae.

Usai sidang putusan sela, Majelis Hakim menunda persidangan ke pekan depan pada 14 Juni 2023, dengan agenda pengajuan bukti-bukti. (wil)