Polres TTS Tetapkan Tersangka Penganiayaan Balita, Dijerat Pasal Berlapis, Ancaman 6 Tahun Penjara

  • Bagikan
Polres TTS Tetapkan Tersangka Penganiayaan Balita, Dijerat Pasal Berlapis, Ancaman 6 Tahun Penjara

SO’E, PENATIMOR – Penyidik Satreskrim Polres Timor Tengah Selatan (TTS) menetapkan OT sebagai tersangka atas kasus dugaan penyiksaan terhadap balita YN yang videonya viral di media sosial dalam sepekan terakhir ini. Perempuan berusia 34 tersebut merupakan kakak dari ibu korban, atau mama besar korban.

Kasus ini terjadi di Desa Tunua, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten TTS, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Ariasandy kepada wartawan, Rabu (1/2/2023) siang, mengatakan, pasca beredar video amatir tersebut dan viral, pihak Polres TTS langsung melakukan pemanggilan terhadap terduga pelaku dan sejumlah saksi untuk diperiksa terkait persoalan tersebut. “Hasil gelar perkara, penyidik menetapkan kasus ini ditingkatkan ke tahap penyidikan, dan OT sebagai tersangka,” kata Kombes Ariasandy.

Tersangka OT juga telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolres TTS untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. OT dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak maupun Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

OT dijerat dengan Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 3 tahun penjara.

Termasuk Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, atau Pasal 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara.

Sebelumnya, balita malang berusia 2 tahun itu ditemukan dalam kondisi kedua tangan terikat dan tergeletak di lantai kamar rumah tersangka yang terkunci.

Pasca penemuan tersebut, anggota SPKT Polsek Mollo Utara dan Babinsa Koramil 1621 Mollo Utara yang menerima laporan masyarakat langsung mendatangi lokasi kejadian, kemudian melakukan identifikasi dan meminta keterangan dari sejumlah saksi mata.

Semula pada video yang beredar luas di media sosial disebutkan bahwa balita malang tersebut merupakan korban penculikan. Namun setelah melakukan penelusuran, polisi memastikan bahwa balita tersebut merupakan korban penganiayaan. (wil)

  • Bagikan