Turnamen Taekwondo Kejati NTT Ajang Silahturahmi NTT-Timor Leste

  • Bagikan
Turnamen Taekwondo Kejati NTT Ajang Silahturahmi NTT-Timor Leste

KUPANG, PENATIMOR – Open Tournament Taekwondo Kejati NTT sekaligus menjadi ajang silahturahmi keluarga besar cabang olahraga taekwondo di NTT dan negara Timor Leste.

Bagaimana tidak, para pelatih taekwondo Timor Leste ternyata merupakan mantan atlet NTT yang saat ini menetap di wilayah bekas provinsi ke-27 Indonesia itu.

Suasana kekerabatan begitu terasa saat acara technical meeting yang digelar panitia penyelenggara di Hotel Sasando Kupang siang tadi, Kamis (8/12/2022).

Dimana para pelatih dari seluruh dojang berkumpul setelah sekian lama disibukkan dengan rutinitas yang padat di dojang masing-masing.

Selain itu tingkat partisipasi dojang-dojang dari Timor Leste juga terbilang cukup tinggi terhadap turnamen ini.

Sebanyak 166 atlet dari 20 dojang asal Timor Leste saat ini sudah berada di Kupang dan siap berlaga.

Ridwan Angsar selaku panitia, mengatakan, turnamen ini diikuti oleh 39 dojang, dimana 20 dojang asal Timor Leste, dan sisanya dari kabupaten-kota di NTT.

Untuk peserta dari wilayah NTT yang mengikuti turnamen ini berasal dari dojang-dojang di Kabupaten Belu, TTU, TTS, dan Sumba Barat.

Sedangkan untuk tim taekwondo NTT yang dipersiapkan untuk Pra PON 2023, saat ini tergabung dalam Dojang Adhyaksa Taekwondo Club (ATC) dan telah disentralisasi di Hotel New Sasando Kupang.

Tim Taekwondo NTT yang mengikuti turnamen ini sebanyak 16 atlet dengan pelatih kepalanya Rocky Lay yang adalah mantan atlet NTT peraih medali perak di PON Jawa Barat.

“Turnamen ini akan digelar di GOR Flobamora Oepoi, dan sudah kami persiapkan semuanya dengan baik,” kata Ridwan lagi.

“Dalam turnamen ini, kami memakai teknologi protector scoring system. Untuk alat sensor ada dua yang mana kami dibantu dari Koni Timor Leste,” imbuhnya.

Kemudian ada 30 orang wasit yang akan memimpin pertandingan, masing-masing 2 wasit dari Makassar, 1 wasit dari Bali dan 4 wasit dari Timor Leste.

Ridwan melanjutkan, turnamen ini harus dijadikan momentum terbaik bagi atlet-atlet NTT, karena Timor Leste mempunyai atlet nasional yang sudah berpengalaman di Asean Games.

Sehingga turnamen ini menjadi tantangan bagi atlet NTT untuk bisa meraih juara, karena akan dipersiapkan ke Pra PON 2023.

Harapannya, turnamen ini bisa berjalan dengan baik dan lancar, serta semakin memupuk tali silaturahmi keluarga besar taekwondo.

“Tali silaturahmi antar Indonesia dan Timor Leste harus tetap terjalin dengan harmonis. Walaupun negara kita berbeda tapi tetap bersaudara. Saat ini saudara-saudara kita dari Timor Leste berbondong-bondong ke Kupang untuk menyaksikan turnamen ini. Ini suatu keuntungan besar bagi pemerintah NTT dalam penguatan ekonomi dan pariwisata,” pungkas Ridwan. (wil)

  • Bagikan