Rujukan Pasien Maternal dan Neonatal, Dinkes Malaka Ingatkan Semua Faskes Harus Gunakan SISRUTE

  • Bagikan
Rujukan Pasien Maternal dan Neonatal, Dinkes Malaka Ingatkan Semua Faskes Harus Gunakan SISRUTE

BETUN, PENATIMOR – Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka mengingatkan semua fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Rumah Sakit maupun Klinik agar menggunakan layanan Sistim Informasi Rujukan Terintegrasi atau SISRUTE.

Data pasien harus sudah diinput ke dalam aplikasi ini sebelum merujuk pasien tersebut ke fasilitas kesehatan yang dituju seperti di rumah sakit dalam daerah maupun di luar daerah.

Permintaan itu disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, J.F.K. Makbalin kepada semua tenaga kesehatan yang menangani rujukan pada pertemuan evaluasi penggunaan SISRUTE pada Senin (12/12/2022) di Hotel Ramayana Betun.

Berbicara di hadapan para pengelola aplikasi SISRUTE, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, menyampaikan 11 point yang harus dilaksanakan.

Pertama, setiap fasilitas kesehatan mulai dari Puskesmas, Rumah Sakit dan Klinik harus sudah mendaftarkan atau registrasi pada aplikasi SISRUTE.

Kedua, setiap Puskesmas rawat ini atau PONED minimal memiliki 5 orang User SISRUTE dan pada setiap Puskesmas non rawat inap atau Non PONED termasuk Klinik jumlah USER SISRUTE disesuaikan dengan kondisi SDM setempat atau minimal ada 3 user untuk memperlancar proses rujukan.

Ketiga, setiap fasilitas kesehatan harus memastikan setiap ibu hamil dan bayi yang akan dirujuk termasuk pasien umum lainnya agar sudah mengimput datanya ke dalam aplikasi SISRUTE dan selanjutnya berkomunikasi dengan User Faskes yang dituju guna segera merespon permintaan rujukan.

Keempat, setiap fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit atau Puskesmas PONED wajib merespon permintaan rujukan minimal di bawah 15 menit atau di bawah dari durasi waktu tersebut.

Kelima, semua fasilitas kesehatan agar secara maksimal menggunakan fasilitas layanan aplikasi SISRUTE ini sehingga dapat meningkatkan kesiapsiagaan petugas kesehatan dalam penanganan kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

Keenam, di setiap Puskesmas, Klinik dan Rumah Sakit agar menyediakan minimal 1 (satu) unit Handphone Android dan 1 (satu) unit Laptop yang difungsikan untuk pengelolaan layanan SISRUTE.

Ketujuh, jika di fasilitas kesehatan mengalami kendala terkait jaringan internet agar segera berkomunikasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malaka guna mendapatkan pendampingan dalam perbaikan sistim pengelolaan jaringan internet. Untuk itu, hari ini kita mengundang Dinas Kominfo untuk hadir mengikuti pertemuan ini dengan tujuan untuk menginformasikan bahwa setiap faskes sangat membutuhkan koneksi internet yang lancar. Mohon bantuan Dinas Kominfo bisa memperlancar koneksi internet di faskes yang mengalami gangguan atau kecepatannya kurang baik.

Kedelapan, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malaka bisa mengidentifikasi setiap lokasi Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya yang mengalami gangguan jaringan internet dan bisa berkoordinasi dengan pihak terkait untuk

Kesembilan, setiap fasilitas kesehatan agar membuat Profil masing-masing. Puskesmas harus punya Profil Puskesmas setiap tahun. Kepala Puskesmas dan Bidan Koordinator dapat menugaskan staf untuk membuatkan profil puskesmas.

Kesepuluh, terkait penggunaan aplikasi, saya juga mengingatkan kita semua agar di setiap fasilitas kesehatan agar selalu mengupdate data dan informasi pada aplikasi e-KOHORT, SIMATNEO, MPDN dan SISRUTE. Harus meng-update informasi secara rutin setiap bulan. Kepala Puskesmas dan Bidan Koordinator harus rutin mengecek setiap bulan dan mintalah para User membuka aplikasi agar bisa menunjukan hasil update informasi di dalamnya. Dengan mengupdate secara rutin informasi maka Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan pihak Kementerian Kesehatan akan mengetahui situasi kesehatan yang ada di daerah kita.

Kesebelas, selain itu, saya juga mengingatkan kepada setiap Puskesmas Rawat Inap atau Puskesmas PONED agar harus ada Tim PONED. Jika belum ada maka beritahu kepada Kepala Puskesmas untuk membentuk Tim PONED sehingga penanganan kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal dapat terkoordinir secara baik. Setiap bulan atau setiap minggu bila ada waktu kosong Tim PONED bisa melakukan simulasi penanganan kasus kegawatdaruratan di Puskesmas masing-masing. Praktik yang dilakukan terus menerus akan membuat kita semakin terampil dalam menangani pasien. Kepala Puskesmas membuat SK Pembentukan Tim PONED, SK-nya juga dikirim ke Dinas Kesehatan melalui Bidang Yankes untuk diketahui dan didokumentasikan.

“Kita tahu bersama bahwa sistem rujukan pelayanan kesehatan adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan secara timbal balik, baik vertikal maupun horisontal yang wajib dilaksanakan oleh peserta jaminan kesehatan atau asuransi kesehatan sosial, dan seluruh fasilitas kesehatan, “ ujarnya.

Sistim Informasi Rujukan Terintegrasi atau SISRUTE, lanjutnya, merupakan teknologi informasi berbasis internet yang dapat menhubungkan data pasien dari tingkat layanan lebih rendah ke tingkat layanan lebih tinggi atau sederajat (horisontal maupun vertikal) dengan tujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses rujukan pasien.

Pelaksanaan sistem rujukan di Indonesia, jelas dia, sebelumnya telah diatur dalam pedoman tentang sistem rujukan berdasarkan Permenkes RI No. 001 tahun 2012 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan perorangan. Pelayanan kesehatan dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Sejak berlakunya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), implementasi sistem rujukan pelayanan kesehatan secara berjenjang berjalan dengan regionalisasi wilayah telah berjalan dengan baik. Sistem rujukan pelayanan kesehatan berjenjang ini menjadikan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh pasien, namun kadang terhambat dan membutuhkan waktu lebih lama, dan berdampak pada peningkatan biaya kesehatan,

Dengan adanya sistem rujukan SISRUTE ini, lanjutnya, kita berharap dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien melalui pemanfaatan sistem teknologi informasi yaitu melalui Aplikasi Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka menjelaskan, SISRUTE merupakan sistem informasi penyelenggaraan pelayanan kesehatan terpadu berbasis IT yang sangat berguna untuk meningkatkan kinerja fasilitas pelayanan kesehatan serta untuk mempercepat proses rujukan sesuai kebutuhan medis pasien dan kompetensi.

Pada proses rujukan menggunakan SISRUTE diharapkan adanya komunikasi dan informasi awal sebelum pasien dirujuk melalui media komunikasi seperti melalui SMS/WA dan Web, sehingga pelayanan di RS tempat rujukan dapat memberikan pelayanan yang cepat dan tepat serta berdampak pada keselamatan pasien dan kepuasan keluarga/pasien. Jadi, setelah user atau pengelola mengimput data pasien yang akan dirujuk ke dalam aplikasi SISRUTE maka selanjutnya kirim WA ke user SISRUTE di Puskesmas atau Rumah Sakit yang dituju dan beritahukan agar segera merespon.

Untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam penggunaan SISRUTE, melalui Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan menjalin kerja sama dengan USAID Momentum untuk menyelenggarakan pertemuan evaluasi penggunaan layanan Sistim Informasi Rujukan terintegrasi atau SISRUTE.

Dalam pertemuan evaluasi ini, kita akan mengetahui seberapa banyak faskes menggunakan SISIRUTE untuk merujuk pasien. Apakah jumlah pasien yang dirujuk secara manual berbanding sama dengan jumlah pasien yang terdapat dalam aplikasi SISRUTE?

Kalau jumlahnya tidak sama maka itu berarti kita belum maksimal menggunakan aplikasi ini.

“Kita telah memasuki era digital. Semua pekerjaan mengharuskan kita untuk menggunakan teknologi digital. Jadi, diharapkan tidak boleh ada orang atau staf yang gagap teknologi. Semua wajib tahu dan harus cepat beradaptasi dengan teknologi digital atau internet. ni beberapa hal yang saya sampaikan untuk kita tindak lanjuti. Saya berharap ada yang mencatatnya, dan sekembalinya ke Puskesmas disampaikan kepada Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator atau pimpinan dan rekan kerja agar bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan terima kasih kepada USAID Momentum yang sudah memfasilitasi pertemuan evaluasi tersebut. Terima kasih juga ia sampaikan kepada rekan kerjanya di Bidang Yankes Dinas Kesehatan yang sudah memfasilitasi pertemuan evaluasi penggunaan layanan aplikasi SISRUTE tingkat Kabupaten Malaka. (sil)

  • Bagikan