Pembangunan Ruko di Kupang Abaikan Keselamatan Warga Sekitar

  • Bagikan
Pembangunan Ruko di Kupang Abaikan Keselamatan Warga Sekitar

KUPANG, PENATIMOR – Pembangunan sebuah rumah toko (Ruko) berlantai tiga di Kota Kupang diduga mengabaikan keselamatan warga yang tinggal di sekitar lokasi tersebut.

Pembangunan ruko ini berada di Jalan Jenderal Soedirman Kelurahan Kuanino Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, atau di depan Hotel Astiti.

Neni Anggreni, salah satu warga yang rumahnya persis di belakang ruko tersebut, mengatakan bahwa sebelumnya pembangunan ruko tersebut sudah mendapat penolakan.

Karena pembangunannya mengabaikan aspek keselamatan dan kenyamanan bagi warga di sekitar lokasi tersebut.

Karena dalam pekerjaan, semua material seperti cairan semen dan batu yang digunakan untuk cor jatuh ke atap rumah dan halaman rumah warga.

“Seandainya kalau material tersebut jatuh dan menimpah kepala orang dewasa atau anak kecil bagaimana,” kata Anggreni kepada awak media ini, Minggu (18/12/2022) petang.

Pembangunan Ruko di Kupang Abaikan Keselamatan Warga Sekitar

Lanjutnya, warga di sekitar lokasi pembangunan ruko tersebut sangat terganggu ketika akan melakukan aktivitas di halaman rumah, karena material seperti campuran cor dan lainnya berhamburan.

“Hal itu terjadi tadi ketika kami lagi jemur pakaian, tiba-tiba air coran semen dan kerikil jatuh mengenai kami. Ini sangat membahayakan keselamatan kami,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, sebelumnya sempat menghampiri para tukang dan operator mobil cor untuk menyampaikan keluhan mereka terkait material bangunan yang jatuh ke halaman rumah, yang bisa membahayakan keselamatan warga.

“Tadi kami langsung sampaikan ke tukang dan operator mobil bahwa ada cairan semen yang jatuh ke halaman rumah yang membuat kami tidak nyaman. Karena disini ada juga orang tua berusia 78 tahun dan anak-anak,” sebut dia.

Sehingga ia berharap, agar Pemerintah Kota Kupang, khususnya Dinas PUPR untuk segera menyikapi persoalan tersebut sehingga tidak membahayakan keselamatan warga.

“Pemerintah harus segera menyikapi persoalan ini. Karena kita tidak bisa prediksi bahaya apa yang akan terjadi kedepan. Kami hanya bisa berdoa agar tidak ada korban,” harapnya.

Dijelaskan, pihaknya sudah bersurat ke Dinas PUPR Kota Kupang dengan tembusan ke Penjabat Wali Kota Kupang, pihak Kelurahan, Kecamatan, dan ke Polresta Kupang Kota.

Dalam surat itu mereka sampaikan juga bahwa ada pembangunan ruko yang batunya dimuat di atas pagar milik warga.

Setelah bersurat, Dinas PUPR Kota Kupang langsung merespon dengan mengeluarkan surat teguran kepada pemilik ruko untuk menghentikan proses pembangunan.

“Pada bulan April lalu sudah ada surat teguran dari Dinas PUPR Kota Kupang kepada pemilik ruko untuk menghentikan aktivitas pembangunan ruko,” bebernya.

Lanjut dia, walaupun sudah ada surat teguran itu, diduga tidak diindahkan oleh pemilik bangunan, karena proses pembangunan ruko terus dilanjutkan hingga hari ini.

“Surat teguran itu kami hanya dengar, karena itu disampaikan langsung ke yang bersangkutan.Tetapi pembangunan tetap dilanjutkan, sehingga kami bersurat lagi ke PUPR di akhir bulan November lalu,” ungkapnya.

Harapannya, Pemkot Kupang melalui Dinas PUPR bisa melihat kembali laporan warga agar segera ditanggapi. “Karena persoalan ini sepertinya belum selesai,” jelasnya.

Sementara Wilem Matau, Ketua RT 22 menjelaskan, jika Pemerintah Kota Kupang memberikan surat kepada pemilik ruko, harus diberitahukan juga kepada warga.

“Supaya kita juga tahu pembangunan ruko ini sudah boleh dilanjutkan atau belum. Karena saya punya rumah juga kena dampak dari pembangunan ruko ini,” sebutnya.

Dikatakannya, awal pembangunan ruko, ia sama sekali tidak dilibatkan sebagai RT di wilayah setempat.

“Mereka tidak libatkan saya selaku RT. Kaget saja ruko ini sudah berdiri. Tetapi pada prinsipnya, pembangunan ruko tersebut sangat mengganggu kenyamanan kami warga sekitar,” tandas Welem. (wil)

  • Bagikan