Gegara Tagihan Kredit, Seorang IRT dan Anaknya Diduga Dianiaya Oknum Pegawai Bank

  • Bagikan
Gegara Tagihan Kredit, Seorang IRT dan Anaknya Diduga Dianiaya Oknum Pegawai Bank

KUPANG, PENATIMOR – Seorang ibu rumah tangga (IRT) dan anaknya di Kupang, NTT, diduga dianiaya oleh dua oknum pegawai Bank BTPN Syariah Kupang.

Kasus dugaan penganiayaan ini dialami oleh Agustina T (47) dan Marni K (24).

Kedua korban diduga dianiaya di dalam rumahnya yang beralamat di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang pada Jumat (9/12/2022) siang.

Kasus penganiayan ini diduga dilakukan oleh dua wanita sebagai penagih pinjaman pada Bank BTPN Syariah Kupang.

Atas kejadian tersebut, kedua korban langsung melaporkan ke Polresta Kupang Kota.

Korban Agustina kepada awak media ini, Jumat (9/12/2022) malam, mengatakan, dirinya merupakan nasabah Bank BTPN Syariah.

“Kami punya pinjaman kelompok yang biasanya dibayarkan setiap dua minggu. Namun pada Jumat (9/12) siang datang empat orang pegawai penagih untuk mengambil pinjaman. Tapi karena jualan belum laku saya kasih uang Rp100.000 dan bilang nanti siang baru datang, tetapi mereka tetap marah-marah sampai datang tetangga,” ungkap Agustina.

“Lalu ada salah satu pegawai yang mengatakan, “Kita foto rumah dan mobil sa (saja), ais (abis) baru kasnaik (posting) di group facebook Veky Lerik,” lanjut dia.

Karena mendengar kalimat itu, anak korban langsung bertanya, “Ibu kami ini tagihan berapa, kami juga tidak macet, kami juga nasabah yang disuruh ambil lagi. Basong (Kalian) ini tidak ada etika saat datang tagih,” sembari menutup pintu.

Namun setelah itu anak korban keluar untuk memberikan uang, namun melihat ibunya lagi bertengkar dengan pegawai bank tersebut.

Melihat hal tersebut anak korban lalu menegur, namun petugas bank langsung menyerang kedua korban hingga sampai ke dalam ruang tamu rumah korban.

Atas kejadian tersebut, kedua korban mengalami luka di bagian wajah dan tangan.

Korban pun datang melaporkan ke polisi dan telah dilakukan visum.

“Kami akan diperiksa pada hari Senin,” tambah Agustina.

Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari kepolisian setempat. Sementara pihak Bank BTPN Syariah juga belum berhasil dikonfirmasi media ini.

Awak media ini terus berubaya mengonfirmasi para pihak terkait. (wil)

  • Bagikan