HUKRIM  

Respon Cepat Kadis Dikbud, Guru Anselmus Nalle Dipindahkan ke Dinas, Segera Periksa Kepsek

Respon Cepat Kadis Dikbud, Guru Anselmus Nalle Dipindahkan ke Dinas, Segera Periksa Kepsek

KUPANG, PENATIMOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Kupang merespon cepat kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan yang dilakukan oleh Kepala SDN Oelbeba Alexander Nitti (58) bersama 6 pelaku lain terhadap rekan gurunya Anselmus Nalle (48).

Insiden pengeroyokan ini diduga dipicu oleh korban yang mempertanyakan dugaan penyimpangan terhadap Dana BOS di sekolah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Imanuel Buan, kepada media ini, Senin (6/6/2022), mengaku telah mengetahui kejadian tersebut.

Setelah mendapatkan laporan dari korban pada Selasa (31/5/2022), Imanuel mengaku telah mengambil keputusan bahwa untuk sementara waktu korban dipindahkan ke kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang.

“Kasus ini awal terjadi saat rapat dan ditanyakan tentang konsumsi, lalu merambat ke Dana BOS sehingga kepala sekolah emosi dan melakukan pengeroyokan,” kata Imanuel Buan.

Terkait dengan Dana BOS pada SD Negeri Oelbeba, Imanuel berjanji akan segera meminta aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan.

“Mengenai sanksi untuk kepala sekolah, kita akan mengambil langkah tegas, tetapi harus melalui langkah pemeriksaan, karena jika tidak melalui pemeriksaan, kita tidak ada dasar untuk mengambil langkah tegas,” jelas Imanuel.

“Sehingga dalam waktu dekat kita akan lakukan pemeriksaan terhadap kepala sekolah,” imbuhnya.

Dengan kejadian ini, Imanuel Buan juga meminta kepada semua kepala sekolah maupun para guru untuk selalu menunjukkan sikap yang baik dalam segala interaksi sosial di sekolah maupun lingkungan masyarakat.

“Kita harus menjadi panutan. Oleh karena itu jika ada persoalan, tidak boleh mengambil tindakan yang anarkis atau cara penyelesaian secara preman, tetapi harus dengan cara prosedural atau dengan cara-cara yang baik, sehingga suatu permasalahan bisa diselesaikan dengan baik,” pungkas Imanuel Buan. (wil)