Presiden Jokowi dan Ibu Negara Disambut Histeris Warga di Sumba Timur

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Disambut Histeris Warga di Sumba Timur

WAINGAPU, PENATIMOR – Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo disambut secara meriah di Kabupaten Sumba Timur, Kamis (2/6/2022) siang.

Saat tiba di Bandara Umbu Mehang Kunda, Presiden Jokowi dan ibu Iriana disambut dengan tarian Ninggu Harama yang dibawakan para pemuda dan pemudi dari Sanggar Ori Angu, Lambanapu.

Presiden Joko Widodo dan ibu Iriana akan meninjau pabrik pengolahan hasil panen tanaman sorghum, juga diagendakan untuk menanam sekaligus menyaksikan panen sorghum di Sumba Timur.

Presiden dan Ibu Negara Melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumba Timur melalui Bandara H. Hasan Aroebusman Ende menggunakan pesawat Kepresidenan BAE RJ85 PK-PJJ, Kamis siang

Selain Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Ketua PKK Julie Laiskodat, dalam kunjungan ini, Kapolda NTT Irjen Pol. Setyo Budiyanto ikut mendampingi Presiden RI dan Ibu Negara.

Ikut juga mendampingi Presiden RI dan Ibu Negara, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto.

Kapolda NTT menerangkan bahwa, direncanakan di Sumba Timur, Presiden RI akan meninjau pabrik pengelolaan hasil panen tanaman sorgum.

“Presiden RI juga diagendakan menanam sekaligus menyaksikan panen sorgum”, terang Irjen Pol. Setyo Budiyanto.

Selanjutnya, diagendakan Presiden akan menyerahkan bantuan sosial yakni, Bantuan Modal Kerja (BMK) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng kepada peserta Program Keluarga Harapan (PKH) dan para pedagang di Pasar Inpres Matawai.

Sementara itu, Presiden dan Ibu Negara dalam perjalanan menuju lokasi kegiatan juga disambut ribuan warga yang memadati sepanjang ruas jalan yang dilalui rombongan Presiden.

Mereka bahkan tidak segan-segan menghadang mobil presiden dan berusaha untuk bersalaman dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Ada dua orang perempuan sambil membawa bendera PDI Perjuangan, tampak berlari menerobos Paspampres dan mendekati mobil presiden.

Situasi ini membuat Paspampres harus bekerja ekstra menenangkan masyarakat yang tampak sudah mengelilingi mobil presiden.

Warga meminta presiden agar berkenan turun dari mobil agar mereka bisa bersalaman. (nus)