Naikkan Bunga Kredit Sepihak, Nasabah Gugat BNI Kupang, Putusan Pengadilan BNI Wanprestasi

Naikkan Bunga Kredit Sepihak, Nasabah Gugat BNI Kupang, Putusan Pengadilan BNI Wanprestasi

KUPANG, PENATIMOR – Gara-gara menaikkan bunga kredit secara sepihak, seorang nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Kupang melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang.

Gugatan Perdata Nomor: 248/Pdt.G/ 2021/ PN Kpg, tanggal 26 Oktober 2021 itu dilayangkan oleh nasabah BNI bernama Hja. Suriani, warga Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Penggugat Hja. Suriani selaku penerima kredit melakukan perjanjian pinjaman kredit dengan PT. BNI (Persero) Cabang Kupang selaku Pemberi Kredit.

Nilai pinjaman kredit sebesar Rp2,89 miliar dengan jangka waktu pengembalian kredit selama 120 bulan terhitung sejak tanggal 27 Juni 2014 sampai dengan tanggal 24 Juni 2024.

Suku bunga kredit sesuai Perjanjian Kredit Nomor: 2014/229 Tertanggal 2014  sebesar 12 persen per tahun, sehingga pembayaran angsuran kredit yang menjadi kewajiban nasabah setiap bulan sebesar Rp41.463.104.

Akan tetapi 12 bulan kemudian, terhitung sejak 31 Juli 2015, pihak PT. BNI Cabang Kupang menaikkan bunga kredit secara sepihak tanpa pemberitahuan kepada nasabah dari 12 persen menjadi 14 persen, sehingga angsurannya yang semula Rp41.463.104 naik menjadi Rp44.601.922 setiap bulan.

Pemberlakuan kenaikkan suku bunga pinjaman kredit pada bulan ke-13 pada tanggal 31 Juli 2015, barulah diketahui pada tanggal 20 September 2021, setelah Penggugat melakukan konfirmasi kepada pihak BNI saat nasabah ingin melunasi sisa pinjaman kredit tersebut.

Demikian penjelasan Kuasa Hukum Nasabah, Abdul Wahab, SH., kepada wartawan di Kupang, Kamis (16/6/2022) siang.

Menurut Abdul Wahab, terhadap masalah itu, pihak Penggugat telah mengajukan surat pengaduan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 13 September 2021, terkait perubahan bunga pinjaman kredit oleh BNI tanpa sepengetahuan Penggugat terhitung sejak tanggal 31 Juli 2015 hingga September 2021 sebesar 14 persen.

“Selama 75 bulan terjadi selisih angsuran sebesar Rp3.138.818 per bulan yang dibebankan kepada Nasabah Hja. Suriani,” beber Abdul Wahab.

Putusan Pengadilan BNI Telah Wanprestasi

Abdul Wahab melanjutkan, berdasarkan dalil gugatan tersebut, Ketua PN Kupang Kelas IA cq. Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut memutuskan mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian.

Dalam amar putusan pada Kamis, 17 Maret 2022 oleh Majelis Hakim Ketua, Fransiskus Wilfridus Mamo, SH.,MH., bersama Hakim Anggota, Reza Tyrama, SH., dan Hakim Anggota, Anak Agung Gde Oka Mahardika, SH., menyatakan bahwa tindakan sepihak dari BNI melakukan perubahan suku bunga 12 persen menjadi 14 persen dari angsuran Rp41.463.104 menjadi Rp44.601.922 setiap bulan tanpa pemberitahuan tertulis sejak 31 Juli 2015 hingga September 2021 adalah Wanprestasi.

“Pengadilan juga menghukum Tergugat PT. BNI Cabang Kupang untuk membayar kerugian materil yang dialami Penggugat berupa pembayaran kelebihan yang dilakukan oleh Penggugat berupa 75 bulan angsuran (Rp3.138.818) sebesar Rp235.411.350 secara tunai dan seketika,” sebut Abdul Wahab.

“Pihak BNI juga harus membayar biaya perkara sebesar Rp 395.000,” lanjut dia.

“Hingga saat ini, pihak PT BNI Cabang Kupang selaku Penggugat belum ada itikad baik untuk melaksanakan putusan pengadilan tersebut,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT. BNI Cabang Kupang belum berhasil dikonfirmasi terkait persoalan ini.

Wartawan portal berita online Pena Timor terus berusaha mengonfirmasi manajemen bank pelat merah tersebut. (wil)