Teridentifikasi Jenazah Temuan Warga Oebelo adalah Kakek Yulius Nau, Ditolak Keluarga, Dimakamkan Dinsos

Teridentifikasi Jenazah Temuan Warga Oebelo adalah Kakek Yulius Nau, Ditolak Keluarga, Dimakamkan Dinsos

KUPANG, PENATIMOR – Jenazah temuan warga di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang akhirnya teridentifikasi.

Polisi dari Polres Kupang dan Polsek Kupang Tengah bekerja keras selama tiga hari mengidentifikasi jenazah tersebut.

Jenazah teridentifikasi bernama Yulius Nau (60), buruh tani yang juga warga RT 015/RW 06, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
Rabu (6/4/2022) malam, pihak keluarga mendatangi Polsek Kupang Tengah dan Rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.

Pihak keluarga yang diwakili oleh  Daniel Seo yang juga Sekertaris RT 015/RW 04, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Polisi dan tim medis kemudian melakukan pemeriksaan luar/visum terhadap jenazah yang ditemukan di laut Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Keluarga juga membuat surat penolakan otopsi dan penolakan pengambilan jenazah.

Teridentifikasi Jenazah Temuan Warga Oebelo adalah Kakek Yulius Nau, Ditolak Keluarga, Dimakamkan Dinsos
Yulius Nau semasa hidup.

Rabu (6/4/2022) malam di ruang pemulasaran jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang dilakukan pemeriksaan/visum luar terhadap jenazah yang ditemukan di laut Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Visum luar dilakukan oleh AKBP dr. Edy Hasibuan, disaksikan pihak keluarga yang diwakili Daniel Seo (Sekertaris RT Kelurahan Sikumana.

Usai Pemeriksaan/visum luar,  pihak keluarga yang diwakili Daniel Seo menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah dan dibuatkan surat penolakan otopsi.

Pihak keluarga juga tidak ingin membawa jenazah kembali ke rumah dengan alasan bahwa terdapat konflik internal dalam keluarga.

Pihak keluarga kemudian menyerahkan jenazah tersebut kepada Dinas Sosial untuk dimakamkan

Sesuai surat penolakan otopsi dan juga penolakan pengambilan jenazah dari pihak keluarga, Kapolsek Kupang Tengah Iptu Elpidus Kono Feka, S.Sos., dan  Waka Polsek Ipda Rahmat Nampira berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Kupang agar jenazah tersebut dapat dimakamkan secepatnya oleh Dinas Sosial.

Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto, SIK.,MH., yang dikonfirmasi Kamis (7/4/2022) membenarkan hal tersebut.

“Keluarga sudah membuat surat penolakan otopsi  karena tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban dan iklas menerima kematian korban,” tandas Kapolres Kupang.

Polisi pun segera berkoordinasi dengan instansi terkait agar jenazah korban segera dimakamkan.

Sejak Senin (4/4/2022), jenazah korban disimpan di frezer ruang jenazah rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.
Pada saat ditemukan, tidak ada identitas korban.

Hanya terdapat beberapa tanda pengenal untuk bisa mengenali identitas korban yakni pada tangan kiri korban terdapat dua gelang berwarna merah muda dan hitam.

Pada jari manis kiri korban terdapat sebuah cincin besi berwarna silver dan korban mengenakan celana traning warna biru bertuliskan SMAN 1 Semau Selatan.

Pada saat ditemukan dan dievakuasi, tidak ditemukan satu pun tanda pengenal yang dapat menjelaskan identitas jenazah.
Kepala desa dan warga di Desa Oebelo dan sekitarnya tidak mengenali jenazah korban dan mengaku kalau korban bukan warga sekitar.

Korban ditemukan warga di muara pantai Oebelo, Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, Senin (4/4/2022).

Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh Faby Welkis (24), seorang nelayan yang juga warga Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Faby bersama para nelayan lain pergi melaut untuk mencari hasil laut.

Ketika hendak kembali ke pinggir pantai, tiba-tiba Faby Welkis melihat sesosok mayat yang sedang mengapung di permukaan air.

Setelah ditemukan mayat tersebut, ia langsung memberitahu kepada orang tua nya, Yuverni Welkis dan kemudian Yuverni Welkis langsung menghubungi pihak kepolisian Polsek Kupang Tengah untuk melaporkan hal tersebut.

Polisi meminta bantuan tim Basarnas Kupang sehingga tim Basarnas ke lokasi penemuan jenazah korban.

Tim Basarnas Kupang berhasil mengevakuasi jenazah korban ke pantai Panmuti.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban oleh dokter Angel Mella dari Puskesmas Tarus.
Hasil pemeriksaan bahwa  pada tubuh korban terdapat memar di bagian ketiak kiri hingga lengan kiri dan selangkangan kiri serta lebam di dada bagian kiri
Menurut analisa dan perkiraan tim medis bahwa korban sudah meninggal lebih dari 3 hari.

Korban dievakuasi ke Rumah sakit Bhayangkara Titus Ully Kupang guna dilakukan otopsi dan pemeriksaan lebih lanjut. (mel)