HUKRIM  

Tahun Ini Polri Terima Bintara Logistik, Polda NTT Terapkan Sistem BETAH dan Protokol Kesehatan Ketat

Tahun Ini Polri Terima Bintara Logistik, Polda NTT Terapkan Sistem BETAH dan Protokol Kesehatan Ketat

KUPANG, PENATIMOR – Kepolisian Republik Indonesia membuka penerimaan taruna Akpol dan Bintara Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2022.

Polda NTT sendiri sudah membuka loket pendaftaran menerima berkas pendaftar di Polres jajaran sejak akhir pekan lalu.

Dalam proses ini, Polda NTT menerapkan sistem Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (BETAH).

Pendaftaran taruna Akpol sejak 30 Maret hingga 18 April 2022. Sementara pendaftaran Bintara Polri dimulai sejak 31 Maret hingga 11 April 2022.

Proses pendaftaran bisa dilakukan melalui link penerimaan.polri.go.id.
Jumlah peserta didik Akpol 175 orang yakni 150 orang pria dan 25 orang wanita.

Pembukaan pendidikan 2 Agustus 2022 dengan lama pendidikan 4 tahun di Akpol Lemdiklat Polri Semarang, Jawa Tengah.

Mengutip Surat Pengumuman Nomor: Peng/20/III/DIK.2.1/2022 tentang Penerimaan Terpadu Bintara Polri Gelombang II T.A. 2022, penerimaan Bintara Polri 2022 yang dibuka pada gelombang II ini antara lain untuk Bintara PTU, Bakomsus Polair, Bakomsus TI, Bakomsus Musik, Bakomsus Brimob, Bakomsus Tenaga Kesehatan, Bakomsus Labfor dan Bakomsus Logistik.

Untuk tahun 2022, Polri menerima sebanyak 9.284 orang peserta didik. Bintara Polisi Tugas Umum (PTU) dan Bakomsus pria sebanyak 7.984 orang, Bintara (PTU) dan Bakomsus wanita sebanyak 300 orang, dan Bintara Brimob pria sebanyak 1.000 orang.

Pelamar Bintara Polri 2022 yang berhasil lolos nantinya akan mengikuti pendidikan selama lima bulan dengan waktu tempuh pendidikan tersebut dimulai pada 25 Juli dan berakhir 21 Desember 2022.

Karo SDM Polda NTT, Kombes Pol Ari Wahyu Widodo, SIK., melalui Kabag Dalpers Biro SDM Polda NTT, AKBP Sajimin, SIK.,MH., di Polda NTT, Senin (4/4/2022) menyebutkan kalau tahun ini ada pembukaan binyara Kompetensi Khusus Logistik.

“Bintara logistik merupakan kali pertama dan pendidikan pun tersendiri,” tandasnya.

Untuk kategori ini tinggi pria 163 centimeter dan wanita 160 centimeter.
Berijazah minimal SMK jurusan teknologi konstruksi dan properti, mesin, teknologi tekstil, teknik otomotif, kompetensi keahlian manajemen logistik, ekonomi dan jurusan akuntansi serta teknik informatika kompetensi keahlian rekayasa perangkat lunak.

“Bintara logistik ada (syarat) tersendiri, tinggi diturunkan dan tes ada tes pengetahuan dan ada tes ketrampilan dan perilaku. PTU hanya tes pengetahuan umum dan wawasan kebangsaan, bahasa Inggris dan matematika,” ujarnya.

Saat ini telah dlaksanakan pendaftaran melalui website penerimaan Polri dan verifikasi di Polres-Polres atau Pabanrim sejak 31 Maret hingga 11 April 2022 untuk Bintara dan hingga 18 April untuk Akpol.

Hingga Senin (4/4/2022) pendaftar Akpol secara online sebanyak 67 orang dan bintara 476 orang.

“Masih ada waktu 1 minggu jadi animo pasti cukup besar,” tambahnya.

Selain menerima bintara keahlian khusus logistik yang baru kali ada, dalam tahun 2022 ini tidak ada penerimaan Tamtama Polri.

“Tidak ada penerimaan Tamtama. Yang ada hanya bintara umum dan kompetensi khusus,” tambah mantan Kapolres Sikka, NTT ini.

Panitia juga menerapkan sistim Betah dan prinsip clear and clean.

“Jika ada peserta yang tidak lulus maka diberikan konseling serta ada syarat bahwa saat tes harus sudah vaksin dosis 2. jika tidak maka tidak memenuhi syarat. Yang sudah daftar harus vaksin dosis 2,” tandasnya.

Penerimaan Bintara Polri memiliki syarat yang harus dipenuhi oleh para pelamar yakni WNI yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setiap pada NKRI berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pendidikan paling rendah SMU/sederajat, berumur paling rendah 18 tahun (pada saat dilantik menjadi anggota Polri), sehat jasmani dan rohani dan tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan (dibuktikan dengan SKCK dari Polres setempa).

Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela. Di samping itu, juga ada syarat khusus yang harus dipenuhi oleh calon pendaftar Bintara Polri.

Persyaratan tersebut dapat diakses melalui laman penerimaan.polri.go.id.
Lulusan SMA/sederajat tahun 2018 dan 2019 memiliki nilai rata-rata rapor dan nilai ujian sekolah dibagi dua minimal 65,00.

Bagi lulusan tahun 2020 dan 2021 menggunakan nilai rata-rata ijazah dengan akumulasi minimal 65,00 serta tahun 2022 akan ditentukan kemudian.
Lulusan D-I sampai dengan D-IV/S-I dengan IPK 3,00 dan terakreditas.

Lulusan SMA/sederajat usia minimal 17 tahun dan maksimal 21 tahun. D-I hingga D-III minimal 17 tahun dan maksimal 23 tahun, sedangkan D-IV/S-I minimal berusia 17 tahun dan maksimal 27 tahun saat pembukaan pendidikan.

Berdomisili paling sedikit dua tahun di wilayah Polda tempat mendaftar.

“Bagi calon/peserta selekai yang berusaha menggunakan sponsor/koneksi/katabelece dengan cara menghubungi panitia/pejabat yang berwenang melalui orang tua/wali/keluarga atau pihak lain akan didiskualifikasi,” ujar Kabag Dalpers Polda NTT.

Pendaftaran calon peserta dilaksanakan di setiap Polres atau sub panda dengan ketentuan tinggi pria 165 centimeter dan wanita 160 centimeter. Wilayah perbatasan dan pulau kecil terluar atau pulau terpencil pria 163 centimeter dan wanita 158 centimeter.

Dalam rangka mewujudkan prinsip penerimaan terpadu Bintara Polri yang bersih, transparan, akuntabel dan humanis (BETAH), panitia penerimaan melibatkan pengawas internal dan eksternal untuk menyaksikan dan mengawasi tahapan seleksi secara ketat serta melibatkan outsourcing yang profesional di bidangnya.

Pimpinan Polri akan menindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku kepada siapapun yang melakukan penyimpangan dalam penyelenggaraan penerimaan.

Proses penerimaan juga menggunakan protokol kesehatan Covid-19.

“Apabila tidak membawa atau tidak bisa menunjukkan bukti vaksin covid 19 atau hasil rapid tes antigen Covid-19 maka akan dinyatakan tidak memenuhi syarat,” tambahnya. (mel)