HUKRIM  

Tiga Kali Berkas Randy Dikembalikan Jaksa, Kuasa Hukum Sebut Itu Hal Biasa

Tiga Kali Berkas Randy Dikembalikan Jaksa, Kuasa Hukum Sebut Itu Hal Biasa

KUPANG, PENATIMOR – Berkas perkara dugaan pembunuhan ibu dan anak di Kota Kupang, AM (31) dan L (1), dengan tersangka Randy Bajideh dikembalikan lagi jaksa peneliti Kejati NTT kepada penyidik Ditreskrimum Polda NTT.

Untuk ketiga kalinya berkas perkara yang menghebohkan publik NTT hingga tingkat nasional itu dikembalikan jaksa lantaran dinilai belum lengkap.

Jaksa peneliti telah mengembalikan berkas perkara dengan sejumlah petunjuk untuk segera dilengkapi penyidik Polda NTT.

Namun tampaknya petunjuk yang diberikan jaksa belum dapat dipenuhi penyidik, sehingga mengakibatkan berkas perkara harus bolak-balik.

Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, SH., kepada media ini, Selasa (1/3/2022), mengatakan, pengembalian berkas perkara tersebut karena penyidik Polda NTT belum bisa memenuhi petunjuk jaksa peneliti.

“Pengembalian berkas perkara itu disertai dengan petunjuk baru untuk dilengkapi atau dipenuhi oleh penyidik Polda NTT,” kata Abdul Hakim.

Menurut Abdul, setelah jaksa peneliti mengembalikan berkas perkara, maka penyidik Polda NTT hanya diberikan waktu selama 14 hari untuk memenuhi petunjuk.

Namun jika setelah 14 hari penyidik Polda NTT tidak juga memenuhi petunjuk itu atau berkas belum dikembalikan lagi, maka jaksa bakal mempertanyakan berkas perkara tersebut.

“Ya, jika dalam 14 hari tidak bisa penuhi maka jaksa akan bersurat secara resmi ke penyidik tanyakan bagaimana perkembangannya,” tegas Abdul.

Lanjut dia, jika setelah 14 hari berkas dikirimkan lagi untuk diteliti, maka akan diteliti oleh jaksa peneliti.

“Belum bisa dipastikan terpenuhi jika petunjuk tersebut belum dilengkapi penyidik Polda NTT,” tandas Abdul Hakim.

Terpisah Yance Tobias Mesah, selaku kuasa hukum tersangka Randy Bajideh, mengatakan, pada prinsipnya pihaknya hanya menunggu nanti di persidangan pengadilan.

Terkait dengan bolak-balik berkas perkara tersebut, Yance Tobias Mesah mengaku hal tersebut merupakan kewenangan penyidik dan jaksa peneliti.

“Berkas perkara bolak-balik dalam perkara pidana pembunuhan itu hal biasa,” ujarnya.

Menurut Yance, bolak-baliknya berkas perkara kasus ini patut diduga terkait dalam penerapan pasal.

“Mungkin pasal yang diterapkan belum bisa dipenuhi oleh penyidik sehingga masih ada kendala,” tandas Yance. (wil)