Penjual Ikan di Kupang Ditemukan Tewas Terapung di Pantai Soliu

Penjual Ikan di Kupang Ditemukan Tewas Terapung di Pantai Soliu

KUPANG, PENATIMOR – Seorang penjual ikan di Kupang ditemukan tewas mengapung di Pantai Soliu, Sabtu (5/3/2022).

Teridentifikasi korban berinisial ET (62), warga Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang.

Menurut informasi yang dihimpun media ini, korban ET sebelumnya terlihat berjalan di Pantai Soliu untuk membeli ikan dari nelayan lokal untuk dijual kembali.

Korban juga diketahui sempat mendatangi seorang warga bernama Samuel Taemnanu yang sedang memancing dan meminta bantuan mengambil seekor ikan yang sedang mengapung 100 meter dari arah pantai.

Namun permintaan korban ditolak oleh Samuel Taemnanu dengan alasan takut ada buaya.

Tetapi sekitar satu jam kemudian, Samuel Taemnanu melihat korban sudah terapung di permukaan air laut sekitar 30 meter dari pantai.

Melihat korban terapung, Samuel kemudian berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar untuk mengevakuasi korban dari tempat kejadian dan kemudian dilaporkan ke Pos Polisi (Pospol) Amfoang Barat Laut.

Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan bahwa telah menerima laporan adanya seorang warga meninggal dunia akibat tenggelam saat mencari ikan di laut.

“Kejadian tersebut dialami warga Amfoang Barat Laut. Dia meninggal dunia akibat tenggelam di Pantai Soliu. Hal ini sesuai dengan keterangan para saksi di TKP dan hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Soliu yang didampingi anggota polisi,” jelas Kapolres.

Lanjut, Samuel Taemnanu dan Yohanis Lakusaba mencoba memberikan pertolongan namun korban sudah tidak bisa tertolong. Kejadian tersebut kemudian di laporkan ke Pos Polisi Amfoang Barat Laut.

Sementara jenazah korban dibawa ke rumah duka, dan dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis dari Puskesmas Soliu bersama anggota Pospol Soliu.

Dari hasil pemeriksaan tenaga medis Puskesmas Soliu yang didampingi anggota polisi dari Pos Pol Soliu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban.

Namun terdapat mulut mengeluarkan busa (buih) yang diduga korban meninggal dunia akibat tenggelam dan banyak meminum air laut yang membuat korban tidak bisa bernapas sehingga meninggal dunia.

Pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah dan mengikhlaskan kematian korban.

“Korban murni meninggal dunia akibat tenggelam, sesuai dengan keterangan para saksi di TKP dan hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Soliu didampingi anggota,” sebut Kapolres. (wil)