HUKRIM  

Andi Riski Nur Cahya Resmi Narapidana, Dihukum 4 Tahun Penjara

Andi Riski Nur Cahya Resmi Narapidana, Dihukum 4 Tahun Penjara

KUPANG, PENATIMOR – Jaksa eksekutor Kejati NTT dan Kejari Manggarai Barat melakukan eksekusi putusan kasasi terhadap terdakwa Hj. Andi Riski Nur Cahya D, SH., alias Ibu Asma.

Eksekusi putusan dilakukan di Lapas Perempuan Kupang, Senin (28/2/2022).

Dengan demikian, Andi Riski Nur Cahya yang pernah menjadi calon Wakil Bupati Manggarai Barat itu kini resmi menyandang status sebagai narapidana, dan mulai menjalani masa hukuman sesuai amar putusan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Andi Riski Nur Cahya menjadi terpidana korupsi aset daerah berupa tanah seluas 30 Ha di Karangan, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Jaksa eksekutor Kejati NTT, S. Hendrik Tiip, SH., kepada wartawan di Kupang, mengatakan, amar putusan kasasi Mahkamah Agung RI Nomor 825 K/Pid.Sus/2022 tanggal 25 Januari 2022, menyatakan, menolak permohonan kasasi JPU dan terdakwa.

Amar putusan kasasi juga membebankan biaya perkara kepada terdakwa sebesar Rp 2.500.

Sehingga terhadap terdakwa Andi Riski Nur Cahya akan menjalani putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Kupang Nomor 20/Pid.Sus-TPK/2021/PT.Kpg tanggal 26 Agustus 2021 yang amarnya, menerima permintaan banding dari penuntut umum dan terdakwa.

Amar putusan banding menguatkan Putusan PN.Kpg Nomor 10/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Kpg tanggal 18 Juni 2021 yang menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 400 juta subsider 4 bulan kurungan.

Diktum putusan banding juga mewajibkan terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 450 juta.

“Apabila tidak membayar dalam waktu 1 bulan maka harta benda terdakwa dapat dirampas untuk di lelang guna menutupi uang pengganti tersebut. Jika tidak mencukupi akan diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun,” sebut Hendrik Tiip yang belum lama ini dipromosi menjabat Kasi Intelijen Kejari Kabupaten TTU. (wil)