Pemilihan Ketua RT 07 Bello Berujung Gugatan di PTUN Kupang, Hari Ini Yusuf Tuan Disidangkan

Pemilihan Ketua RT 07 Bello Berujung Gugatan di PTUN Kupang, Hari Ini Yusuf Tuan Disidangkan

KUPANG, PENATIMOR – Walaupun proses pemilihan Ketua RT 07 Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, sudah dua kali dilakukan dan berhasil menetapkan pemenangnya, namun kini harus berakhir dengan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang.

Pemilihan pertama terjadi pada Sabtu, 28 November 2020, dimana Yusuf Tuan (Lulusan SMP) justru unggul dengan 32 suara dari tiga orang calon lainnya yakni Yulius Patola (Lulusan S1 dan ASN) 24 suara, Angel Bilaut (SMA) 10 suara dan Nimrot Bistolen (SMA) raih 7 suara.

Namun hasil pemilihan itu kemudian diajukan keberatan oleh pemenang suara terbanyak kedua yakni Yulius Patola, S.Pd., kepada Lurah Bello dan Camat Maulafa.

Dengan alasan pemenang suara terbanyak tidak memenuhi syarat administrasi karena hanya tamatan SMP. Sehingga dilakukan pemilihan ulang kedua oleh masyarakat pada akhir April 2021.

Saat pemilihan kedua itu, lagi-lagi Yusuf Tuan unggul. Sehingga Lurah Bello mengambil keputusan untuk tetap memberikan SK Ketua RT kepada Yusuf Tuan.

Karena merasa tidak puas kemudian Yulius Patola mengajukan gugatan ke PTUN Kupang atas hasil pemilihan tersebut.

Panitera PTUN Kupang melalui surat panggilan Nomor: 41/G/2021/PTUN KPG telah memanggil Yusuf Tuan untuk menghadap hakim PTUN Kupang untuk memberikan keterangan terkait SK. No. 01/SKEP/KEL BLO/I/2021 tanggal 5 Januari 2021 tetang penetapan Badan Pengurus RT dan RW Kelurahan Bello pada Rabu (2/2/2022).

Pemilihan Ketua RT 07 Bello Berujung Gugatan di PTUN Kupang, Hari Ini Yusuf Tuan Disidangkan

Surat Panggilan PTUN Kupang.

Sementara itu, proses pemilihan ulang Ketua RT 07 Kelurahan Bello dilakukan secara aklamasi oleh warga.

Namun pemilihan kedua itu boleh dikata jauh lebih menarik karena selain dilakukan secara aklamasi, juga warga secara bersama-sama menunjuk calon Ketua RT Yusuf Tuan. Yang mana pada pemilihan pertama yang digelar warga Desember 2020 lalu tidak di-SK-kan karena tidak memenuhi syarat pencalonan sebagaimana amanat PERDA Nomor 9/2016.

Sebagimana pantauan media kurang lebih 50 orang warga pemilih yang hadir saat itu secara aklamasi pemilih Yusuf Tuan.

Kegiatan yang berlangsung penuh kekeluargaan itu berlangsung Rabu, (31/3/2021) sore di halaman rumah salah satu warga di fasilitasi langsung Lurah Bello Robi Lona dan Ketua LPM Kelurahan Bello terpilih Bayu Mauta.

Setelah dijelaskan secara singkat oleh Lurah Bello terkait pembatalan hasil pemilihan Ketua RT 07 yang lalu. Dan setelah mendengar usulan dari Minggus Takene salah satu warga terkait proses penjaringan calon termasuk proses pemilihan yang kedua saat itu.

Kemudian suasana rapat dicairkan oleh Ketua LPM Bayu Mauta dengan mengatakan, agar dalam proses penjaringan apabila semua warga menyepakati calon maka langsung disebutkan warga.

Usulan itu kemudian disambut warga dengan tepuk tangan riuh oleh seluruh warga sambil menyebut Yususf Tuan sebagai calon Ketua RT 07.

Melihat suasana itu Ketua RW 03 Goris Takene yang hadir saat itu pula mengambil alih rapat pemilihan dengan pemilihan meminta yang bersangkutan Yusuf Tuan menjawab apa yang diinginkan warga.

“Baiklah bapa ibu warga sudah meskipun menyebut dan menghendaki yang bersangkutan (Yusuf Tuan) menjadi calon Ketua RT tetapi kita perlu mendengar dari beliau sendiri,” pinta Takene.

Yusuf Tuan pun mengatakan, “Terima kasih karena sudah dipercayakan oleh seluruh warga maka saya menyatakan bersedia,” jawabnya siangkat.

Usai pemilihan secara aklamasi itu Ketua RT 03 Goris Takene kepada wartawan mengatakan, Rukun Tetangga merupakan organisasi masyarakat yang diakui dan dibina oleh pemerintah untuk memelihara dan melestarikan nilai-nilai kehidupan masyarakat lingkungan sudah tentu  berdasarkan kegotongroyongan dan kekeluargaan. Semuanya itu demi membantu pemerintah meningkatkan kelancaran pelayanan pemerintahan hingga tingkat akar rumput.

“Saya kira momen hari ini mesti dihargai meskipun tidak memenuhi amanat Perda, namun bahwa tugas RT dan RW sebagai mitra dalam memperlancar pelayanan pemerintahan sampai ke tingkat akar rumput yang memiliki asas kekeluargaan dan gotong royong termasuk dalam pemilihan Ketua RT,” tandas Goris Takene. (wil)