Kejari Kupang Segera Periksa Mantan Bupati dan Ketua DPRD, Terkait Perkara Korupsi Penyertaan Modal Rp 6,5 Miliar ke PDAM

Kejari Kupang Segera Periksa Mantan Bupati dan Ketua DPRD, Terkait Perkara Korupsi Penyertaan Modal Rp 6,5 Miliar ke PDAM

OELAMASI, PENATIMOR – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kupang saat ini tengah menangani perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait penggunaan dana penyertaan modal yang diperuntukkan bagi PDAM Kabupaten Kupang untuk pembangunan dan jaringan SPAM di wilayah Kabupaten Kupang tahun anggaran 2015 – 2016 senilai Rp 6,5 miliar.

Total anggaran ini diterima PDAM Kabupaten Kupang dalam dua tahap, yaitu Rp 5 miliar pada tahun 2015 dan Rp 1,5 miliar di tahun 2016.

Informasi yang dihimpun media ini di lingkungan Kejari Kabupaten Kupang, menyebutkan, tim penyidik telah melakukan serangkaian pemeriksaan saksi-saksi terkait perkara dimaksud.

Termasuk, memeriksa kondisi fisik pekerjaan yang menggunakan anggaran hibah tersebut pada beberapa lokasi di wilayah Tarus – Kecamatan Kupang Tengah, Bolok – Kecamatan Kupang Barat, dan Kecamatan Semau.

Pasca menerima hibah anggaran dimaksud, manajemen PDAM Kabupaten Kupang yang saat itu dipimpin Direktur Johannis Ottemoesoe, kemudian melakukan lelang proyek IKK Tarus, IKK Semau dan IKK Oelamasi.

Penyidik juga terus berkoordinasi dengan ahli keuangan negara dan ahli konstruksi dari Politeknik Negeri Kupang, dan juga sudah meminta penghitungan keuangan negara ke BPKP Perwakilan NTT.

Proses hukum perkara ini juga dikabarkan telah mengerucut kepada pihak-pihak yang paling bertanggung jawab.

Kajari Kabupaten Kupang, Ridwan Sujana Angsar, SH.,MH., yang dikonfirmasi wartawan melalui Kasi Pidana Khusus, Andhi Ginanjar, SH.,MH., Kamis (3/2/2022), mengatakan, dalam penanganan perkara dimaksud, pihaknya telah melakukan penyelidikan, dan saat ini proses hukumnya telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Tim penyidik yang ditunjuk juga terus berkoordinasi dan meminta penghitungan kerugian negara ke BPKP,” kata Ginanjar yang didampingi jaksa penyidik Pidsus, Shelter F. Wairata, SH.

Tim penyidik juga segera mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi pada tahap penyidikan ini.

“Penyidik sudah melayangkan panggilan kepada sejumlah pihak terkait untuk diperiksa sebagai saksi,” jelas dia.

Menurut Kasi Pidsus, para saksi yang akan diperiksa termasuk mantan Bupati Kupang, mantan Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Sekda Kabupaten Kupang, dan Kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten Kupang. Pemeriksaan para saksi ini terkait pencairan dana hibah dimaksud. (wil)