Jaksa Tuntut Mantan Bupati Kupang Iban Medah Dipenjara 8,6 Tahun

KUPANG, PENATIMOR – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Bupati Kupang Drs. Ibrahim Agustinus Medah (IAM) alias Iban Medah dengan hukuman 8 tahun, 6 bulan penjara.

Sidang pembacaan tuntutan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Rabu (16/2/2022) petang.

Sidang dipimpin Majelis Hakim Derman P. Nababan didampingi Hakim Anggota, Y Teddy Windiartono dan Lisbeth Adelina.

Ibrahim Agustinus Medah dituntut atas perkara dugaan tindak pidana korupsi pengalihan aset Pemda Kabupaten Kupang yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Oeba, Kota Kupang.

Hadir Tim JPU Kejati NTT, S. Hendrik Tiip, SH., Herry C. Franklin, SH., MH., dan Emi Jehamat, SH.

Terdakwa Iban Medah didampingi oleh panasehat hukumnya, John Rihi, SH., dan Merieta Soruh, SH.

Dalam amar tuntutan yang dibacakan JPU, menyatakan bahwa terdakwa Ibrahim Agustinus Medah terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primair Penuntut Umum.

Terdakwa dihukum dengan pidana penjara selama 8 tahun, 6 bulan, dan denda sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Penuntut umum juga menuntut terdakwa untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 8.000.000.000.

Jika terpidana tidak membayar maka harta benda disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti, dan jika tidak mencukupi diganti dengan pidana penjara selama 4 tahun, 3 bulan penjara.

“Barang bukti berupa tanah dan bangunam seluas 1358 M2 sesuai SHM No.1608 atas nama Ibrahim Agustinus Medah yang telah beralih kepada Johanis Sony dirampas untuk negara Cq. Pemda Kabupaten Kupang,” demikian amar tuntutan JPU.

Setelah JPU membacakan amar tuntutan terhadap terdakwa, sidang ditunda untuk sidang pembacaan nota pembelaan pada Rabu depan.

Sementara John Rihi selaku kuasa hukum terdakwa, tuntutan JPU kepada kliennya itu di luar nalar dan akal sehat. (wil)