Diduga Ambil Video Latihan Tanpa Izin, PB Reformasi Somasi PBSI NTT

Diduga Ambil Video Latihan Tanpa Izin, PB Reformasi Somasi PBSI NTT

KUPANG, PENATIMOR – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) disomasi Persatuan Bulutangkis (PB) Reformasi Kupang.

Melalui tim kuasa hukumnya, Dedy S. Jahapay, SH., dan Jimmys N. Daud, SH., PB Reformasi menyatakan telah melayangkan somasi kepada PBSI NTT dengan tembusan PBSI Pusat, untuk segera melakukan klarifikasi dan juga meminta maaf atas tindakan yang telah dilakukan.

Menurut Dedy Jahapay, pihaknya merasa prihatin atas sikap yang dilakukan oleh PBSI NTT yang mana telah mengambil video latihan, tanpa sepengetahuan dan izin kliennya dalam hal ini PB Reformasi.

“Ini merupakan tindakan yang sangat merugikan klien kami dan berpotensi melanggar hukum, karena pengambilan video latihan klien kami dalam hal ini PB Reformasi, tanpa sepengetahuan atau izin kami lalu ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi lokal dalam rangka Musprof PBSI NTT, pada 8 Februari 2022,” ungkap Dedy Jahapay, Selasa (15/2/2022) malam.

Lanjut Dedy, pihaknya juga menginginkan putra-putri NTT memiliki bakat dan minat dalam olahraga bulutangkis, lalu dibina dan dipersiapkan untuk kelak menjadi atlet-atlet profesional dalam kancah kompetisi nasional maupun internasional.

“Namun kami perlu tegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh PBSI NTT adalah perbuatan melanggar hukum, sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 27 Ayat 3 dan 28 Ayat 1 dan 2 UU ITE,” jelasnya.

Ditambah Jimmys N. Daud, apabila somasi yang dilayangkan tidak diindahkan, maka pihaknya akan mengambil langkah hukum selanjutnya.

“Sangat jelas, terutama bagi pelaku yang dengan kesengajaan diatur dan diancam pidana, 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar,” sebut Jimmys.

“Hukuman ini berlaku bagi pelaku yang menyebarkan foto, maupun video tanpa izin disertai dengan informasi bohong dan ujaran kebencian,” lanjut dia.

Menurut Jimmys, pihaknya masih memberikan ruang kepada PBSI NTT agar berbesar hati bertemu lalu melakukan klarifikasi, dan permohonan maaf sehingga misi bersama untuk perkembangan olahraga NTT, khususnya bulutangkis berjalan baik. (wil)