Bocah 11 Tahun Tewas Ditangan Ayah Kandung, Polres Sabu Raijua Tahan Pelaku

Bocah 11 Tahun Tewas Ditangan Ayah Kandung, Polres Sabu Raijua Tahan Pelaku

SEBA, PENATIMOR – Nasib naas harus dialami oleh GCDL, bocah berusia 11 tahun di Kabupaten Sabu Raijua.

Dia menjadi korban penganiayaan oleh ayah kandung nya sendiri hingga meninggal dunia beberapa hari lalu.

Korban dianiaya ayahnya berinisial DCDL (49) pada Sabtu (12/2/2022).

Kasus ini dilaporkan Ruth Edy (52), warga Desa Molie, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua dan tertuang dalam laporan polisi Nomor: LP/B/16/II/ 2022/Sek Hawu Mehara, tanggal 14 Februari 2022.

Kapolres Sabu Raijua, AKBP Jacob Seubelan, SH., melalui Kasat Reskrim Polres Sabu Raijua Iptu Markus Y. Foes, SH., Rabu (23/2/2022), mengatakan, kasus ini berawal pada Sabtu (12/2/2022), sekira pukul 09.00 Wita.

Dimana FD yang juga ibu korban menyuruh adik korban, BDL untuk mengantar ikan goreng buat neneknya, ELR.

FD juga sekaligus menyuruh korban yang saat itu ada di rumah sang nenek untuk datang mengambil kuah gurita untuk neneknya.

Namun setelah BDL mengantar ikan tersebut dan menyuruh korban untuk pergi mengambil kuah gurita tersebut, ternyata korban tidak menghiraukannya.

Beberapa saat kemudian, tersangka datang mengantar kuah gurita tersebut ke rumah nenek korban dan bertemu korban di rumah nenek korban.

Kemudian tersangka menanyakan kepada korban mengapa tidak pergi mengambil kuah gurita ke rumah padahal ibu korban sudah menitip pesan ke adik korban.

Lalu korban menjawab kalau adiknya BDL tidak memberitahukan agar dia ke rumah mengambil kuah gurita.

Tersangka pun marah dengan adik korban BDL. Kemudian korban bangun dan menahan tersangka agar tidak marah dengan BDL.

Tersangka emosi dan menampar korban kearah wajah namun karena korban menangkis sehingga mengenai tangan korban.

Selanjutnya tersangka meninju korban  berulang ulang kali  pada bagian kepala tepatnya pada bagian belakang telinga kiri hingga korban terkapar di lantai.

Kemudian tersangka langsung menendang atau menginjak korban pada kepala bagian belakang telinga kiri korban sebanyak 3 kali.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami kejang-kejang, mual dan muntah hingga tidak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia.

Pihak kepolisian telah memproses laporan kasus ini dan memeriksa saksi-saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara.

Polisi kemudian mengamankan pelaku untuk diperiksa dan diproses hukum serta ditahan di Rutan Polres Sabu Raijua.

Atas perbuatannya, pelaku yang juga ayah kandung korban dijerat dengan Pasal  76 huruf C jo Pasal 80 ayat (3) dan (4)  Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak sub Pasal 351 ayat (3) KUHP. (wil)