Awasi Aliran Kepercayaan Dalam Masyarakat, Kejari Kabupaten Kupang Gelar Rakor

Awasi Aliran Kepercayaan Dalam Masyarakat, Kejari Kabupaten Kupang Gelar Rakor

OELAMASI, PENATIMOR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kupang melaksanakan kegiatan rapat koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) di Kabupaten Kupang tahun 2022.

Rapat berlangsung di ruang rapat kantor Kejari Kabupaten Kupang, Senin (14/2/2022) pagi.

Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Kupang, I Wayan Agus Wilayana, SH., MH., pada kesempatan itu, memaparkan tentang pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara dan pencegahan penyalahgunan dan/atau penodaan agama oleh Kejaksaan dimasukan ke dalam tugas dan fungsi bidang Intelijen Kejaksaan yang mana dalam struktur organisasinya masuk ke dalam Jaksa Agung Muda (JAM) Bidang Intelijen.

Menurut dia, sebagai tindak lanjut maka dibentuklah suatu tim yang dikenal dengan Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM).

Pembentukan Tim Koordinasi Aliran Kepercayaan Masyarakat, lanjut Kasi Intelijen, adalah untuk pembinaan dan pengawasan aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang bertujuan agar kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa tidak mengarah kepada pembentukan agama baru.

Awasi Aliran Kepercayaan Dalam Masyarakat, Kejari Kabupaten Kupang Gelar Rakor

Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Kupang, I Wayan Agus Wilayana, SH., MH., berpose bersama peserta rapat koordinasi PAKEM yang berlangsung di ruang rapat kantor Kejari Kabupaten Kupang, Senin (14/2/2022) pagi.

“Selain itu, dapat mengambil langkah-langkah atau tindakan terhadap aliran-aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara,” sebut Kasi Intelijen.

“Pelaksanaan aliran kepercayaan benar-benar sesuai dengan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusian yang adil dan beradab,” lanjut dia.

Dijelaskan, Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat harus ada di wilayah Kabupaten Kupang sesuai dengan Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: Per-019/A/JA/09/2015 tentang Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat.
Sementara itu, pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan dalam masyarakat terhadap ajaran atau faham aliran kepercayaan masyarakat atau keagamaan yang meresahkan masyarakat karena dedikasi menyimpang atau sesat dan/atau menodai, menghina atau merendahkan satu aliran kepercayaan masyarakat atau suatu agama, dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan dalam masyarakat serta dapat merusak atau mengganggu kerukunan umat beragama.

“Pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan dalam masyarakat adalah bagian dari pelaksanaan tugas dan kewenangan Kejaksaan di bidang ketertiban dan ketentraman umum untuk turut menyelenggarakan kegiatan pengawasan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara serta pencegahan penyalahgunaan dan/atau penodaan agama,” jelas Kasi Intelijen.

Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kupang, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kupang, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kupang, Perwakilan Pasi Intel Kodim 1604 Kupang, Tokoh Agama Islam dari MUI, Tokoh Agama Hindu dan Tokoh Agama Buddha Provinsi NTT. (wil)