Baru Selesai Dikerjakan, Jalan Provinsi di Sabu Raijua Sudah Rusak

Baru Selesai Dikerjakan, Jalan Provinsi di Sabu Raijua Sudah Rusak

SABU RAIJUA, PENATIMOR – Duet Viktor Bungtilu Laiskodat-Josep Nai Soi (VictoryJoss) selama tiga tahun lebih memimpin Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah berhasil melakukan pembangunan yang signifikan secara menyeluruh di wilayah kabupaten-kota.

Tidak sedikit anggaran yang telah diperjuangkan dan digelontorkan untuk pembangunan NTT di segala bidang.

Salah satu prioritas pembangunan oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josep Nai Soi adalah bidang pariwisata. Ini penting, karena NTT memiliki banyak sekali potensi pariwisata yang luar biasa dan telah terkenal hingga ke mancanegara.

Baru Selesai Dikerjakan, Jalan Provinsi di Sabu Raijua Sudah Rusak
Infrastruktur jalan aspal hotmix yang baru dikerjakan oleh PT Tunas baru Abadi di Kabupaten Raijua tampak rusak.

Untuk mendukung pariwisata, Pemprov NTT juga gencar membangun infrastruktur jalan yang memadai, terlebih jalan menuju destinasi-destinasi wisata.

Tentunya dengan anggaran yang tidak sedikit tersebut, sangat diharapkan infrastruktur jalan yang dibangun memiliki kualitas yang terbaik.

Rekanan yang dipercayakan mengerjakan proyek pembangunan jalan ini pun harus benar-benar berkualitas dan memiliki prestasi kerja yang tidak diragukan lagi.

Dengan demikian, jalan yang dikerjakan benar-benar berkualitas, kuat dan tahan lama.

Pemprov NTT melalui instansi teknis yang menangani langsung pembangunan infrastruktur jalan, juga harus terus menerus mengawasi dan mengevaluasi proyek-proyek yang telah dikerjakan.

Karena sesuai pengamatan media ini di wilayah Kabupaten Sabu Raijua, ada ruas jalan yang baru saja dikerjakan akan tetapi sudah rusak.

Hal miris ini harus menjadi perhatian serius Pemprov NTT, untuk mengavaluasi bahkan menindak rekanan-rekanan dengan hasil pekerjaan buruk atau bermental asal kerja, dan tidak sesuai spesifikasi teknis yang sudah diatur dalam kontrak kerja.

Bila perlu diseret ke rana hukum apabila hasil pekerjaannya berindikasi tindak pidana korupsi.

Kondisi jalan baru di Sabu Raijua ini memang harus segera dievaluasi, karena kerusakan terjadi hanya dalam waktu 20 hari setelah proyek itu selesai dikerjakan.

Kerusakan jalan berkonstruksi aspal hotmix itu terjadi di ruas jalan Desa Pedarro, Kecamatan Haumehara, Kabupaten Sabu Raijua.

Kerusakan yang terjadi karena aspal hotmix yang dikerjakan sangat tipis dan tidak ada saluran drainase.

Baru Selesai Dikerjakan, Jalan Provinsi di Sabu Raijua Sudah Rusak
Infrastruktur jalan aspal hotmix yang baru dikerjakan oleh PT Tunas baru Abadi di Kabupaten Raijua tampak rusak.

Menurut informasi yang dihimpun media ini, pekerjaan infrastruktur jalan provinsi tersebut di kerjakan oleh PT Tunas Baru Abadi (TBA).

Pantauan Penatimor, Sabtu (4/12/2021) petang di lokasi tersebut, tampak salah satu titik pada ruas jalan tersebut sudah hancur dan berlubang.

Kepala Desa Pederro, Aris Bunga, ketika dikonfirmasi awak media ini, mengaku, turut prihatin atas pekerjaan yang dilakukan oleh kontrakor pelaksana PT Tunas Baru Abadi.

“Pekerjaan jalan provinsi ini baru selesai dikerjakan pada tanggal 20 November 2021. Tetapi jalan sudah rusak walaupun masih dalam masa perawatan,” kata Aris Bunga.

“Selain itu jalan tersebut tidak memiliki saluran drainase dan penahan, dimana jalan ini berhadapan dengan gunung sehingga kalau hujan pasti air turun sangat deras, dan bisa mengakibatkan jalan tambah rusak walaupun baru dikerjakan,” lanjut dia.

Melihat kondisi tersebut, Aris Bunga mengaku sudah bertemu pengawas proyek ini agar bisa membuat saluran drainase manual, namun tidak dikerjakan.

Sementara, kontraktor pelaksana PT Tunas Baru Abadi yang dikonfirmasi via nomor telepon yang tertera pada website perusahaan tersebut, tidak bisa terhubung.

Sementara Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sabu Raijua yang dihubungi ke nomor ponselnya juga tidak terjawab. (advetorial/wil)

(Artikel ini merupakan kerja sama Pemprov NTT dengan Portal Berita Online Pena Timor)