UTAMA  

Kuasa Hukum Randy Senang Kasus Kliennya Semakin Terbuka, Rekonstruksi Sesuai BAP

Kuasa Hukum Randy Senang Kasus Kliennya Semakin Terbuka, Rekonstruksi Sesuai BAP

KUPANG, PENATIMOR – Tim Penyidik Ditreskrimum Polda NTT dan Unit Reskrim Polsek Alak, Polres Kupang Kota telah selesai menggelar rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan ibu muda AM (30) dan anaknya LM (1).

Gelaran rekonstruksi diperankan oleh tersangka Randy Badijdeh (RB) dengan memeragakan 22 adegan.

Rekonstruksi dilakukan sesuai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh pihak kepolisian.

Semuanya sesuai dengan bukti-bukti yang ada, dari keterangan para saksi maupun keterangan dari tersangka.

Tersangka Randy juga telah mengakui perbuatannya dan bagaimana caranya ia menghabisi nyawa kedua korban.

Sehingga tim kuasa hukum tersangka Randy menilai kalau berita yang berkembang di media sosial adalah hoaks, dan tidak dapat dipertanggung jawabkan.

“Sebab semua proses itu harus melalui BAP polisi, karena berhubungan dengan saksi-saksi dan bukti, dan itu merupakan
kewenanangan dari pihak penyidik Polda NTT,” kata Ketua Tim Kuasa Hukum dari tersangka Randy, Yance Mesah, SH., didampingi Beni Taopan, SH., dan Hari Pandie, SH., kepada wartawan di Kupang, Kamis (23/12/2021).

Lanjut Yance, dalam mengusut sebuah
kasus tindak pidana, memang tidak bisa
mengejar keterangan dari tersangka. Tetapi keterangan yang disampaikan tersangka bisa dipakai, ketika yang disampaikan bersesuaian dengan bukti-bukti yang ada.

“Maka ketika kami mendampingi tersangka Randy, semua keterangan yang disampaikan itu sangat bersesuaian, dan tidak satupun yang salah,” jelasnya.

Lanjut dia, dalam proses rekonstruksi, pihaknya hanya diam dan memantau, serta memperhatikan pergerakan tersangka Randy, apakah adegan yang diperagakan bersesuaian dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Kalau seandainya rekonstruksi tidak
bersesuaian, maka penyidik yang akan
mendalaminya, karena itu kewenangan
mereka, dan bukan kami,” jelas Yance.

Usai digelar rekonstruksi, lanjut dia, banyak pihak yang menilai bahwa proses rekonstruksi yang dilaksanakan terdapat sejumlah kejanggalan.

Sehingga ia mempertanyakan kepemilikan bukti dari para oknum, serta kepemilikan BAP untuk penetapan tersangka, sehingga mereka ketahui ada kejanggalan-kejanggalan tersebut.

“Karena rekonstruksi kemarin, ketika polisi membaca rangkaian peristiwa pembunuhan itu, dia cuma mencatat. Artinya dia sendiri tidak tahu. Lalu bagaimana dia bilang ada lompatan. Jadi rasa lucu saja,” kata Yance lagi.

Ditambah Beny Taopan, tim kuasa hukum menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya korban AM dan LM.

Menurut Beni, sebagai pengacara tentunya pihaknya menjalankan tugas secara profesional, dengan mengedepankan kebenaran, yang akan membuka semua tabir.

Kebenaran itu menurut dia, akan terungkap jika fakta hukum hadir dalam keterangan saksi dan barang bukti.

“Sehingga apapun yang dilekatkan pada
tersangka RB, pada dasarnya kami cuma
mendampingi klien kami, agar hak-hak
hukumnya jangan dilanggar. Dimana ia tidak dipaksa dan ditekan,” ujarnya.

Dijelaskan, pihak Kepolisian telah menggelar rekonstruksi, yang diperankan langsung oleh tersangka RB, setelah menyelesaikan penyelidikan dengan mengambil keterangan dari para saksi, hasil forensik, keterangan alih, serta barang bukti lain.

Dari situlah terjadi rekonstruksi untuk
mendapat sebuah kejelasan.

“Pada dasarnya kami senang karena kasus ini mulai terbuka. Posisi klien kami itu tergambar dalam rekonstruksi tersebut,” jelas Beni.

Sedangkan kuasa hukum RB lainnya, Harri Pandi, mengatakan, pihaknya mendampingi Randy bukan semata-mata menjalankan profesi, tetapi juga menjalankan perintah Undang-Undang, dimana seorang tersangka yang telah melakukan tindak pidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara ketas, maka wajib hukumnya didampingi oleh pengacara.

“Karena jika tersangka yang melakukan
tindak pidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara ke atas, dan tidak didampingi pengacara, maka semua keterangan yang tertulis dalam BAP itu dianggap cacat,” jelasnya.

Ia juga berharap agar masyarakat bisa memahaminya, agar proses hukum ini boleh berjalan dengan baik, karena Randy sudah mengakui perbuatannya.

Kepada masyarakat agar menahan diri untuk tidak mengembangkan opini-opini liar, karena pengakuan itu harus bisa dibuktikan.

Karena dalam hukum acara pidana menganut asas praduga tak bersalah, sekalipun ada pengakuan dari Randy.

Pada prinsipnya, asas praduga tak bersalah, itu mau menegaskan bahwa, setiap orang yang mau ditangkap, ditahan, dituntut, maupun diajukan di depan persidangan, itu wajib hukumnya dianggap tidak bersalah.

Artinya, kita harus menghormati proses hukum, agar ketika kasus ini diputus hakim, benar-benar sesuai bukti yang terang dan memenuhi rasa keadilan, baik itu di pihak korban maupun keadilan bagi pelaku.

“Karena bukan hanya korban saja yang
membutuhkan keadilan. Pelaku juga
membutuhkan keadilan, karena kita hidup di negara hukum,” tandasnya. (wil)

Simak Videonya:

https://youtu.be/c3Uzl7DrVSI