Jenazah Frans Lebu Raya Dipulangkan Saat Peringatan HUT NTT

Jenazah Frans Lebu Raya Dipulangkan Saat Peringatan HUT NTT

KUPANG, PENATIMOR – Jenazah mantan Gubernur NTT dua periode Drs Frans Lebu Raya akan dipulangkan ke Kupang pada Senin (20/12/2021).

Pemulangan jenazah ini tepat pada peringatan HUT ke-63 Provinsi NTT.

Ersen Pepageka, dalam postingannya di akun facebook menyampaikan ucapan dukacita sekaligus menginformasikan tentang rencana pemulangan jenazah mantan orang nomor satu di NTT itu.

“Selamat jalan opu Frans Lebu Raya, dua hari lalu saya masih datang membesukmu. Walaupn hanya ngobrol dengan ibu Lusia,  Ina Tokan dan seluruh keponakanmu. Hari ini ketika saya masih di rumah, banyak telp masuk termasuk dari ibu Lusia. Ternyata  Tuhan memanggilmu. Selamat Jalan Opu,” tulisnya.

“Sekedar info, malam ini jenazah disemayamnkan di rumah duka Jl Tantular Selatan Denpasar. Besok Senin 20 Desember jenazah diterbangkan ke Kupang,” lanjut dia.

Diberitakan sebelumnya, Frans Lebu Raya mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Sanglah Denpasar, Bali, sekira pukul 14.00 Wita.

Informasi yang dihimpun media ini, menyebutkan, putra Adonara, Kabupaten Flores Timur itu jatuh sakit dan sempat dirawat beberapa minggu di RS Sanglah hingga akhirnya meninggal dunia.

Mantan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT itu meninggalkan seorang istri, dua putri, menantu dan cucu.
Kabar duka berpulangnya bekas Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT itu seketika beredar luas di media sosial maupun grup WhatsApp.

Belum diketahui pasti sakit yang diderita mantan Wakil Gubernur NTT itu hingga akhirnya merenggut nyawanya.

Kabar tentang sakitnya Frans Lebu Raya sempat mengemuka saat Kongres Asprov PSSI NTT, 4 Desember 2021.

Saat itu diinformasikan bahwa Frans Lebu Raya yang adalah mantan Ketua Asprov PSSI NTT tidak bisa menghandiri Kongres karena disakit dan tengah dirawat di rumah sakit.

Semenjak itu, tidak sedikit orang yang mendoakan agar Frans Lebu Raya diberikan kesembuhan. Namun Tuhan berkehendak lain. Ziarah hidupnya di dunia harus berakhir.

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT, Emilia Nomleni membenarkan kematian Frans Lebu Raya.

“Betul, Pak Frans meninggal di Bali. Kami masih menunggu info lanjutan,” ujar Emilia.

Informasi yang sama juga disampaikan kader PDI Perjuangan lainnya Gusti Brewon, yang dihubungi terpisah.

“Benar Ama, Kaka Frans meninggal sekitar setengah jam lalu,” sebut Gusti Brewon.

“Berita duka. Mantan Gubernur NTT bapak Frans Lebu Raya mengembuskan napas terakhir di RS Sanglah Bali, Minggu,19 Desember 2021,” tulis Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi di group WhatsApp Ata Lembata Kupang.

Ucapan dukacita juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Dr Zet Sony Libing.

Sekadar tahu, Frans Lebu Raya lahir di Pulau Adonara, 18 Mei 1960. Dia terpilih menjadi Gubernur Nusa Tenggara Timur sejak 2008. Menggantikan Gubernur Nusa Tenggara Timur sebelumnya, Piet Tallo.

Frans dipercaya menduduki jabatan selama dua periode, yakni 2008 – 2013 dan 2013 – 2018. Sebelumnya, dia merupakan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2003 hingga 2008.

Frans mulanya dikenal sebagai pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat. Akan tetapi, ketika terjadi perubahan politik di negeri ini saat reformasi tahun 1998, Frans mulai tampil ke panggung politik.

Bersamaan dengan menguatnya sosok Megawati di tingkat pusat, di NTT Frans dengan beberapa kawannya mulai bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Frans di berbagai kesempatan mengatakan, karier politik yang sekarang diraihnya merupakan hasil investasi dari segudang pengalaman pahit.

Latar belakangnya sebagai anak petani di kampung, kata Frans, telah turut mewarnai sepak terjangnya baik sebagai politisi maupun sebagai pejabat publik. Itu membuat karakternya dekat dengan orang kecil dan sederhana.

Dengan spirit pro rakyat itulah Frans menetaskan program yang diberi nama Anggaran Untuk Rakyat Menuju Sejahtera (Anggur Merah).

Program Desa Mandiri Anggur Merah diluncurkan Frans Lebu Raya pada HUT ke-53 NTT pada 20 Desember 2010. Tujuannya membantu rakyat dengan memperkuat kesejahteraan keluarga dari sisi ekonomi.

Pada 2015, Pemprov NTT telah menetapkan 589 desa yang tersebar di 21 kabupaten/kota menerima dana Anggur Merah. Dengan tambahan tersebut berarti hingga saat ini ada 2.069 dari 3.270 desa di NTT yang mendapat dana tersebut. Program Anggur Merah telah berhasil membangun ekonomi masyarakat NTT dari desa.
Frans menyatakan, dana tersebut telah terbukti dapat mengubah pola kehidupan masyarakat NTT melalui peningkatan pendapatan ekonomi keluarga.

Di akhir 2015 lalu, Frans sempat mendapatkan penghargaan dari Kementerian Agama atas dedikasinya melestarikan kerukunan umat beragama. Pada malam Anugerah Kerukunan Umat Beragama 2015 itu, Frans dinobatkan sebagai gubernur pertama yang memperoleh prestasi tersebut.

Usai menerima penghargaan, Frans Lebu Raya menuturkan, di tengah krisis yang melanda hubungan antarumat beragama baik di Indonesia maupun di dunia, NTT memberi dan membuka sebuah harapan baru.

Sebelumnya, pada Agustus 2015 Frans mendapatkan tanda kehormatan berupa Bintang Tanda Jasa Utama di bidang koperasi dari Presiden Jokowi yang diterimanya di Istana Negara. Akan tetapi, penghargaan tersebut dipertanyakan oleh sejumlah pihak sebab dinilai keliru.

Penilaian untuk memberikan penghargaan kepada Frans harus dilihat dari berbagai aspek. Sebab, berbagai program unggulan pemerintah Provinsi NTT justru tidak menjawab persoalan di masyarakat, seperti kelaparan, gizi buruk, kekeringan dan infrastruktur. (wil)