Bank NTT Berikan Kredit Rp 150 Juta Pengadaan Pupuk Petani di Belu

Bank NTT Berikan Kredit Rp 150 Juta Pengadaan Pupuk Petani di Belu

ATAMBUA, PENATIMOR – Kesulitan pupuk para petani di Kabupaten Belu di masa musim tanam saat ini mendapat perhatian serius Bank NTT.

Bank kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur dengan moto Melayani Lebih Sungguh langsung merespon dengan membantu memberi kredit pengadaan pupuk non subsidi bagi kelompok tani sasaran di kabupaten yang berbatasan dengan negara Timor Leste ini.

“Tahap awal ini, kita intervensi kredit penyediaan pupuk non subsidi untuk lahan seluas 17 hektare (ha) di dua desa. Mereka mengalami kesulitan pupuk saat musim tanam sekarang ini, sehingga bersama bapak Bupati Belu (dr. Agustinus Taolin Red) kita coba bantu berikan kredit kepada sembilan kelompok tani sasaran,” kata Kepala Cabang Bank NTT Atambua, Adi Pantus kepada media ini, Jumat (10/12/2021).

Bantuan kredit Bank NTT ini sebut Adi, adalah kredit usaha mikro, kecil, dan menengah atau kredit UMKM senilai Rp 150 juta.

Bantuan diberikan kepada 9 kelompok tani yang tergabung dalam sebuah UD (Usaha Dagang) guna menyediakan pupuk hingga menyalurkan ke anggota kelompok tani sasaran nantinya.

Intervensi kredit Bank NTT jelas Adi, akan menjadi model bagi kelompok tani lain di Kabupaten Belu yang mengalami kesulitan mendapat pupuk non subsidi saat musim tanam seperti sekarang.

“Dalam waktu dekat, akan kita berikan kredit untuk kelompok tani sasaran lain yang juga kesulitan mendapatkan pupuk non subsidi untuk meningkatkan produksi pertaniannya,” pungkas Adi lagi.

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD-KGEH, FINASIM, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bank NTT yang telah peduli dengan membantu memberikan kredit modal kerja pembiayaan pupuk non subsidi bagi para petani di wilayahnya.

Bantuan kredit tersebut sangat membantu petani dalam meningkatkan produksi pertanian yang selama ini kesulitan mendapatkan pupuk.

“Kehadiran saya semata-mata untuk memberikan dukungan kepada para petani dan memberikan apresiasi kepada Bank NTT yang telah memberi kredit bagi para petani agar mereka bisa meningkatkan produksi pertaniannya,” kata Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin.

Orang nomor satu di kabupaten yang berbatasan dengan negara Timor Leste ini mengingatkan para petani yang tergabung dalam kelompok tani penerima kredit dari Bank NTT dapat memanfaatkan dana tersebut sebaik-baiknya. Jangan sampai, dana tersebut disalahgunakan untuk kepentingan lain yang tidak perlu.

“Kredit dari Bank NTT adalah untuk orang perorang bukan dari Pemerintah Kabupaten Belu. Karena itu, saya minta supaya kredit tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah petani di Belu mengeluhkan kesulitan pupuk non subsidi akibat terjadi kelangkaan di pasaran. Petani yang mengeluhkan ini berasal dari enam kecamatan yakni Kecamatan Kota Atambua, Tasifeto Timur (Tastim), Lasiolat, Lamaknen, Lamaknen Selatan (Laksel) dan Kecamatan Nanaet Duabesi.

Keluhan para petani ini menyusul menghilangnya pupuk subsidi sekitar satu bulan terakhir. Akibatnya sejumlah petani terancam gagal panen lantaran padi yang ditanam sudah berumur satu bulan hingga dua bulan lebih. (*/wil)