Seorang Remaja di TTU Dianiaya dengan Senjata Tajam, Polisi Amankan 5 Pelaku

Seorang Remaja di TTU Dianiaya dengan Senjata Tajam, Polisi Amankan 5 Pelaku

KEFAMENANU, PENATIMOR – Sekelompok pemuda di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) diduga menganiaya seorang remaja berusia 14 tahun dengan pisau, Jumat (3/12/2021) dinihari.

Akibat kejadian itu, korban berinisial VAB mengalami luka tusuk hingga dirawat intensif di RSU Leona Kefamananu.

Keluarga korban didampingi Direktur Lakmas Cendana Wangi NTT Viktor Manbait, SH., dalam jumpa pers, Senin (13/12/2021) siang, menyebutkan kasus ini terjadi bertepatan dengan acara wisuda Universitas Timor (Unimor).
Dimana saat itu sementara ada pesta syukuran wisuda di beberapa titik di Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamananu, Kabupaten TTU.

Kejadian naas ini bermula ketika ada dua orang pengendara sepeda motor melintasi salah satu titik pesta syukuran wisuda.

Tanpa diketahui, kedua pengendara itu beserta beberapa pemuda terlibat perkelahian dan berhasil dilerai oleh orang di sekitar tempat pesta syukuran.

Namun setelah di lerai, kedua pemuda itu menelepon teman-temannya untuk menyampaikan kejadian tersebut.

“Kemudian dong telepon salah satu senior di sini, namanya Apri Mobano. Ternyata orang-orang yang ada selisih paham ini telepon Apri ini karena dorang satu perguruan IKS,” urai Viktor mewakili keluarga korban.

Lalu Apri bersama belasan orang bergegas ke lokasi kejadian. Ketika sampai di lokasi, Apri bersama kawan-kawannya sempat dianjurkan untuk masuk ke dalam tenda untuk melihat pelaku pengeroyokan.

Tetapi para pemuda itu tidak mengetahui pelaku pemukulan dikarenakan kasus itu terjadi di dalam kegelapan.

Sehingga Apri bersama kawan-kawannya kemudian memutuskan untuk pergi dari tempat tersebut.

“Namun rupanya setelah pulang mereka mulai melakukan sweeping untuk mencari anak-anak yang diduga melakukan pemukulan,” jelas Viktor.

Tetapi pada saat itu korban bersama beberapa orang kawannya sedang berjalan menuju salah satu titik pesta.

Namun korban VAB beserta teman-temannya dihadang sejumlah pemuda di mana salah satu yang diketahui identitasnya adalah Apri.

“Ketika sampai di situ Apri bilang, ini anak-anak akamsi dong sini jadi hajar (Pukul) sehingga korban berhamburan dan langsung lari,” lanjut dia.

Lalu ada teman korban berlari menuju ke tenda dan beberapa tempat lainnya, korban sendiri berlari menuju ke garasi salah satu rumah tetangga.

Sehingga korban berhasil ditemukan para tersangka, lalu kemudian korban dianiaya.
Dalam kondisi dianiaya korban melihat seorang tersangka memegang sebilah pisau lalu menikam rusuknya.

“Tidak puas dengan hal itu, pelaku kemudian menikam tubuh bagian belakang korban,” beber David.

Pasca kejadian itu, korban berhasil di antar ke RSU Leona Kefamenanu untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut Viktor, kejadian tersebut baginya memiliki rentetan peristiwa. Jika dirunut pada kronologi peristiwa ini ada indikasi niat dari para pelaku untuk mencari orang yang melakukan pemukulan.

“Para pelaku orang dari luar semua dan ada orang dalam kampung yang ternyata dia satu perguruan yang kemudian membuat mereka berani untuk kemudian dilakukan penyerangan,” tandas Viktor.

Terpisah, Kasatreskrim Polres TTU, Iptu Fernando Oktober saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Menurutnya, pasca menerima laporan tersebut, aparat Polres TTU langsung bergegas ke lokasi kejadian.

Aparat kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

“Sampai saat ini kami telah menetapkan dan menahan 5 orang yang diduga tersangka penganiayaan dan penikaman tersebut,” tandas mantan Kanit Tipikor Satreskrim Polres Kupang Kota itu. (wil)