Rekonstruksi Kematian Linda Brand Sesuai Petunjuk Jaksa

Rekonstruksi Kematian Linda Brand Sesuai Petunjuk Jaksa

KUPANG, PENATIMOR – Guna melengkapi berkas perkara, penyidik Satuan Reskrim Polres Kupang Kota menggelar rekonstruksi kasus kematian Linda Maria Brand.

Kasus ini tak kunjung tuntas padahal sudah sangat lama berproses hukum pasca korban meninggal dunia tahun 2013 silam.

Rekonstruksi ini dilakukan sesuai dengan petunjuk jaksa peneliti pada Kejari Kota Kupang.

Pasalnya, saat pelimpahan berkas perkara, jaksa peneliti menyatakan berkas perkara belum lengkap dan dikembalikan ke penyidik dengan sejumlah petunjuk untuk dilengkapi, termasuk petunjuk melakukan rekonstruksi.

“Kami memenuhi petunjuk jaksa untuk dilakukan rekonstruksi,” kata Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasry Manase Jaha kepada media ini, Selasa (9/11/2021) petang.

Menurut Kasat Reskrim, saat rekonstruksi, tersangka Erick Benediktus Mella yang juga adalah suami korban telah memperagakan 15 adegan.

Setelah reka ulang, menurut Kasat Reskrim, tim penyidik akan segera melimpahkan kembali berkas perkara ke jaksa peneliti untuk diperiksa lebih lanjut.

“Dalam proses rekontruksi juga turut hadir  Kasi Pidum Kejari Kota Kupang bersama stafnya,” imbuh Iptu Hasry.

“Intinya kita komitmen lengkapi semua petunjuk jaksa agar perkara ini segera P-21,” imbuhnya.

Untuk diketahui, korban Linda Maria Brand diduga meninggal dunia setelah mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan suaminya Erick Benediktus Mella sekira 8,6 tahun silam.

Proses rekonstruksi dilaksanakan di rumah tersangka yang beralamat di Jalan Hati Mulia No. 10, Kelurahan Oebobo, pada Jumat (5/11/2021) siang.

Kasus ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: STPL/299/IV/2013/SPKT, tertanggal 28 April 2013.

Sebelumnya penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi dan telah menetapkan suami korban, Erick Benediktus Mella sebagai tersangka pada 14 Maret 2019.

Penyidik melaksanakan rekonstruksi ini untuk memperjelas keterangan saksi dan tersangka.

Rekonstruksi dimulai pukul 10.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita, dengan disaksikan langsung kuasa hukum tersangka. (wil)