Polisi Autopsi Jenazah Siswa SMP di Alor yang Meninggal Akibat Dianiaya Gurunya

Polisi Autopsi Jenazah Siswa SMP di Alor yang Meninggal Akibat Dianiaya Gurunya

KALABAHI, PENATIMOR – Aparat kepolisian Polres Alor melakukan autopsi terhadap jenazah MM alias Musa (13)
siswa SMPN yang meninggal dunia setelah dianiaya gurunya di sekolah.

Autopsi oleh tim medis untuk kepentingan penyidikan pihak kepolisian.

Hal ini dikatakan Kapolres Alor, AKBP Agustinus Christmas yang dihubungi media ini, Selasa (26/10/2021).

Dijelaskan Kapolres, autopsi dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab kematiannya korban.

Korban MM meninggal dunia sekitar pukul 10.00 Wita di RSUD Kalabahi.

Sementara, pelaksanaan autopsi terhadap jenazah korban dilakukan pada Rabu (27/10/2021) setelah menunggu dokter ahli forensik dari Biddokes Polda NTT.

“Saya mengimbau agar semua pihak tetap tenang dan menyerahkan dan mempercayakan proses penyidikan pada kepolisian, atas kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan MM, siswa kelas VII SMP Negeri Padang Panjang meninggal dunia,” kata Kapolres.

“Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman dan pengembangan dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang siswa berinisial MM berusia 13 tahun pada SMP Negeri Padang Panjang meninggal dunia  saat dirawat di RSUD Kalabahi akibat dianiaya oleh gurunya berinisial SK.

Korban MM dianiaya oleh SK karena tidak mengerjakan tugas sekolah.

SK memukul bagian atas kepala serta menendang korban dan memukul bagian betis dengan belahan bambu.

Akibat penganiayaan yang terjadi pada Sabtu (16/10/2021), korban mengalami memar dan kesakitan.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Kalabahi untuk mendapat perawatan.

Setelah sepuluh hari dirawat, korban MM meninggal dunia pada Selasa (26/10/2021).

Tersangka SK telah diamankan penyidik Satreskrim dan kini menjalani penahanan di Rutan Polres Alor. (wil)