Marciana Minta Jajaran Kemenkumham NTT Tingkatkan Nilai IKPA Melalui Optimalisasi Kualitas Kinerja

Marciana Minta Jajaran Kemenkumham NTT Tingkatkan Nilai IKPA Melalui Optimalisasi Kualitas Kinerja

KUPANG, PENATIMOR – Kepala Kanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone memimpin jalannya rapat Evaluasi Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Triwulan III TA. 2021, Senin (8/11/2021), bertempat di Ruang Multifungsi tepat pukul 10.00 Wita.

Turut mendampingi Kakanwil, Kadiv Administrasi, Garnadi, Kadiv Pemasyarakatan, Mulyadi, Kadiv Yankumham, Arfan Muhlizi, dan diikuti pula oleh para PPK, pejabat struktural, para bendahara di lingkungan Kanwil NTT, sedangkan para Kasatker bersama pejabat pengelola keuangan se-NTT terhubung secara virtual melalui zoom meeting.

Dalam rapat yang digelar sebagai tindak lanjut hasil evaluasi IKPA Triwulan III ini, Marciana mengimbau kepada seluruh jajaran di lingkungan Kemenkumham NTT untuk lebih intens di dalam memonitoring kinerja pelaksanaan anggaran di satker masing-masing.

“Tujuan pelaksanaan monitoring penilaian kinerja pelaksanaan anggaran adalah meningkatkan kualitas kinerja pelaksanaan anggaran Kemenkumham NTT dengan mewujudkan pelaksanaan anggaran yang efektif, efisien, sesuai rencana serta taat pada ketentuan yang berlaku serta menjamin pencapaian output pelaksanaan anggaran yang optimal, sehingga mampu mendukung pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan,” ujarnya.

IKPA menjadi ukuran evaluasi kinerja pelaksanaan anggaran yang memuat 13 indikator dan mencerminkan aspek kesesuaian perencanaan dan pelaksanaan anggaran, kepatuhan terhadap regulasi, serta efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu Kabag Umum, Muhammad Wahab Marawali memaparkan sejumlah hal penting dalam kaitan dengan evaluasi IKPA Kanwil NTT.

Salah satu hal penting yang disampaikannya yakni langkah-langkah peningkatan nilai IKPA antara lain meningkatkan kedisiplinan dalam melaksanakan kegiatan, menyampaikan data kontrak maksimal 5 hari kerja setelah ditandatangani, meningkatkan koordinasi antara unit pengelola kegiatan dan disiplin dalam mengisi data capaian output secara akurat, serta meningkatkan ketelitian dalam memroses SPM dan mengecek kebenaran data.

“Pengawasan pengelolaan kinerja keuangan yang meliputi nilai IKPA dipengaruhi oleh ketaatan terhadap peraturan pengelolaan keuangan, kesesuaian perencanaan dan pelaksanaan anggaran, serta aktivitas pengelolaan uang,” imbuh Wahab.

Ditambahkan Wahab, beberapa elemen pengelolaan kinerja keuangan satuan kerja yang mempengaruhi nilai IKPA adalah antara lain Revisi DIPA yang dapat melakukan revisi secara efektif; Revisi Halaman III DIPA; Dapat mengantisipasi dan menyelesaikan pagu minus secepat mungkin; Menyampaikan data kontrak secara tepat waktu, maksimal 5 hari kerja setelah kontrak ditandatangani; Pengelolaan Uang Persediaan (UP) dan Tambahan Uang Persediaan (TUP), dimana UP minimal direvolving satu bulan sekali atau dapat juga dilakukan berkali-kali dan tidak boleh terlambat, sedangkan pengelolaan TUP dipertanggungjawabkan satu bulan sesuai dengan surat pernyataan dan tidak ada sisa yang dikembalikan/disetor; Rekon Laporan Pertanggungjawaban disampaikan ke KPPN secara tepat waktu, paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya; Berusaha menghindari dispensasi SPM; Mengeksekusi anggaran secara proposional sesuai target penyerapan anggaran; Memastikan ketepatan waktu penyelesaian tagihan SPM-LS Non Belanja Pegawai, maksimal 17 hari kerja serah terima/penyelesaian pekerjaan; Konfirmasi Capaian Output disampaikan setelah 10 hari bulan berikutnya; Menghindari Retur SP2D; Memperhatikan akurasi perencanaan kas dan disampaikan ke KPPN sebelum jatuh temponya yaitu sehari sebelumnya jatuh tempo RPD harian; serta Menghindari kesalahan SPM yang diakibatkan kekurangtelitian, sehingga tidak dapat di proses oleh sistem KPPN.

Selanjutnya Marciana dengan tegas meminta seluruh jajaran baik di Kanwil maupun Satker agar secara cepat dan tepat melakukan upaya penyerapan anggaran dan peningkatan nilai IKPA melalui kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan perencanaan.

“Masih ada tersisa beberapa waktu kedepan menjelang akhir tahun, mari kita gencar dalam melakukan evaluasi dan  tindakan yang efektif untuk peningkatan nilai IKPA melalui optimalisasi kualitas kinerja setiap divisi, bagian/bidang, dan satker masing-masing sehingga nantinya kita bisa meningkatkan nilai IKPA secara signifikan sebagai cerminan kualitas pengelolaan keuangan yang semakin baik,” pungkas Marciana mengakhiri rapat tersebut. (*/wil)