John Rihi Resmi Perkuat PBH Kencana Kasih NTT, Melkzon Beri Optimistis Segera Terakreditasi

John Rihi Resmi Perkuat PBH Kencana Kasih NTT, Melkzon Beri Optimistis Segera Terakreditasi

KUPANG, PENATIMOR – Pengacara kondang di Kota Kupang Yohanes Daniel Rihi, SH., resmi bergabung dengan Perkumpulan Bantuan Hukum (PBH) Kencana Kasih Nusa Tenggara Timur.

Keputusan bergabung dengan PBH Kencana Kasih NTT disampaikan advokat senior yang biasa dipanggil John Rihi (JR) itu dalam sebuah kesempatan di Cafe Rumah Kabun Alak, Sabtu (13/11/2021) malam.

Pada kesempatan itu hadir keluarga besar PBH Kencana Kasih NTT yang dipimpin Ketua Melkzon Beri, SH., M.Si., dan Wakil Ketua Beny Taopan, SP., SH., MH.

John Rihi kepada wartawan, mengatakan, keputusan menjadi bagian dari PBH Kencana Kasih NTT semata-mata untuk membantu masyarakat pencari keadilan yang secara ekonomi tidak mampu.

Besar harapannya ada nilai tambah yang dapat diberikan kepada PBH Kencana Kasih NTT.

“Saya berharap masyarakat jangan ragu-ragu menggunakan pengacara yang tergabung dalam PBH Kencana Kasih NTR,” kata sosok yang sudah 25 tahun lebih menjadi pengacara itu.

“Kami betul-betul akan profesional. Jadi buat masyarakat yang sudah tahu maupun kenal, saya sudah berkomitmen untuk memperkuat PBH Kencana Kasih sehingga pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan akan terpenuhi dengan baik,” tambah pengacara senior yang terkenal sukses menangani kasus-kasus besar di NTT itu.

Sementara, Melkzon Beri pada kesempatan itu, menyampaikan terima kasih kepada John Rihi yang berkenan menjadi bagian PBH Kencana Kasih NTT.

“Kami saat ini mendapat penguatan lebih prima karena kami sudah ditopang oleh senior kami pak John Rihi, sehingga ke depan kami akan terus memberikan pelayanan yang profesional dan secara cuma-cuma. Masyarakat yang merasa dirinya dirugikan kiranya hadir di kantor kami,” kata Melkzon Beri.

Melkzon jelaskan, PBH Kencana Kasih NTT merupakan salah satu organisasi bantuan hukum di Kota Kupang yang didirikan pada tanggal 5 Mei 2020 berdasarkan Akta Notaris  Nomor 13 pada kantor notaris Yustina Widhiwuryani, SH.,M.Kn., yang kemudian disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia Nomor: AHU-0004704.AH 01.07 tahun 2020 tentang pengesahan pendirian badan hukum PBH Kencana Kasih yang berkedudukan di Jalan TDM 1, Gang Komodo 2, Kelurahan Tuak Daun Merah, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Organisasi ini menurut Melkzon secara resmi telah dilauching pada tanggal 20 Mei 2020 yang kemudian ditetapkan sebagai hari ulang tahun PBH Kencana Kasih NTT yang mengusung visi mewujudkan masyarakat berkeadilan menuju cita-cita hukum Indonesia.
Tidak hanya itu, menurut Melkzon, PBH Kencana Kasih NTT yang beranggotakan 14 pengacara dengan kualifikasi pendidikan S1 dan S2 juga berkiprah dengan misi mengadvokasi dan memberikan perlindungan hukum bagi seluruh masyarakat pencari keadilan, melakukan pemberdayaan sumber daya hukum yang berkembang dalam masyarakat, membangun jaringan kerja sama dengan berbagai organisasi yang mempunyai visi, misi, serupa dengan perkumpulan ini.

“Ada tiga program kami yaitu pelayanan bantuan hukum di pengadilan (litigasi), pelayanan bantuan hukum di luar pengadilan (nonlitigasi), dan jaringan kerja sama,” imbuhnya.

Terkait capaian kinerja PBH Kencana Kasih NTT, menurut Melkzon, selama periode tahun 2020-2021 terdapat 93 perkara litigasi yang ditangani baik itu pidana maupun perdata, yang terdiri atas 85 perkara pidana yakni Pid.Sus Anak sebanyak 25 perkara, Pid.Sus Tindak Pidana Korupsi (TPK) 9 perkara, kasus Pid.B sebanyak 31 kasus, pendampingan di tingkat kepolisian sebanyak 13 kasus dan 8 perkara perdata.

Melkzon Beri juga meyebutkan kendala yang sangat mendasar dialami oleh PBH Kencana Kasih NTT adalah sumber pendanaan yang sangat minim.

Namun demikian pihaknya terus membangun kerja sama dengan kantor advokat bersama guna menerapkan subsidi silang untuk menyuplai dana kepada PBH Kencana Kasih NTT.
Masih menurut Melkzon Beri, esensi kehadiran PBH Kencana Kasih NTT untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan yang hak-hak nya dilanggar tetapi secara ekonomi tidak mampu.

“Itu sebabnya sejumlah advokat bergabung lalu mendirikan PBH Kencana Kasih untuk melayani masyarakat tidak mampu, tidak saja beracara di Pengadilan tetapi juga pendampingan di kepolisian, memberikan penyuluhan hukum dan konsultasi hukum,” jelas Melkzon.

“Masyarakat yang hendak mendapatkan pelayanan hukum di PBH Kencana Kasih hanya memasukan syarat berupa surat keterangan tidak mampu dari desa dan kelurahan serta kartu identitas kependudukan, atau kartu sebagai penerima bantuan masyarakat miskin seperti penerima program Raksin atau PKH,” sambung dia.

Melkzon menambahkan, berbagai upaya juga telah dilakukan PBH Kencana Kasih NTT untuk proses akreditasi, yaitu dengan memasukan berbagai persyaratan baik itu dokumen terkait jumlah advokat dan perkara yang ditangani hingga ketersediaan kantor sebagai tempat pelayanan.

Selanjutnya telah dilakukan uji faktual oleh tim akreditasi Kemenkumham Provinsi NTT untuk membandingkan persyaratan-persyaratan administrasi yang sudah disampaikan dengan kondisi sebenarnya.

“Tim akreditasi Kemenkumham NTT juga telah turun langsung ke kantor kami untuk melihat langsung kelayakan-kelayakan pada kami, dan hasilnya telah disampaikan ke tim akreditasi tingkat pusat, sehingga kami saat ini tinggal menunggu hasilnya. Kami sangat optimistis dalam waktu dekat segera terakreditasi,” tandas Melkzon.

Sementara, Beny Taopan menambahkan, seluruh advokat yang tergabung dalam PBH Kencana Kasih NTT memiliki kesamaan spirit untuk melayani masyarakat pencari keadilan yang tidak mampu secara ekonomi.

“Pelayanan hukum yang kami berikan secara cuma-cuma. Tidak ada pemungutan biaya sepeser pun dari awal sampai pada akhir putusan,” kata Beny.

Menurut Beny, pihaknya selalu total dalam memberikan pelayanan hukum, karena hal tersebut sebagai wujud tanggung jawab saat melaporkan perkembangan penanganan perkara-perkara yang ditangani ke Kemenkumham sehingga terdata dengan jelas. (wil)