Eks Narapidana di Kupang Tewas Dikeroyok, Polisi Amankan 8 Pelaku

Eks Narapidana di Kupang Tewas Dikeroyok, Polisi Amankan 8 Pelaku

KUPANG, PENATIMOR – Tindak pidana pengeroyokan hingga meninggal dunia kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kupang, Provinsi NTT.

Korbannya berinisial AT (42) merupakan eks narapidana.

Kejadian ini terjadi di rumah korban, Desa Nuataus, Kecamatan Fatuleu Barat,
Kabupaten Kupang pada Selasa (16/11/2021) petang.

Kasus ini dengan terduga pelaku sebanyak delapan masing-masing berinisial YT (34), SS (59), YT (40), FP (29), UP (75), BT (67), YA (40) dan ST (44).
Delapan terduga pelaku dengan perannya masing-masing. Ada yang memukul korban dengan batu dan tangan. Ada pula yang menganiaya dengan parang.

Ada juga pelaku yang menembak korban dengan senapan angin.

Polisi juga telah mengamankan barang bukti tiga pucuk senapan angin, parang dan batu yang diduga dipakai para pelaku menganiaya dan mengeroyok korban hingga tewas.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung melalui Kasat Reskrim Polres Kupang AKP Wahyu Agha Ari Septyan S, SIK., saat dikonfirmasi Media ini di Mapolres Kupang, Kamis (18/11/2021) siang.

Dijelaskan Kasat, awalnya kasus ini terjadi ketika korban mengejar Akolina Sole Paut sehingga Akolina minta perlindungan.

Dimana korban mengejar dengan kayu dan batu karena melihat banyak warga, korban kembali lagi ke rumah mengambil parang dan menyerang para terduga pelaku sehingga terduga pelaku mengejar, melempari dan menembak korban.

Beberapa pelaku dalam pemeriksaan mengaku menganiaya dan mengeroyok korban karena terancam dan membela diri karena korban mengamuk dan menebas mereka dengan parang, para terduga pelaku juga mengalami luka-luka.

Lanjutnya, para terduga pelaku yang diamankan sangat kooperatif dalam. Pemeriksaan penyidik dan mengakui perbuatannya.

“Saat ini kita masih dalami apakah berkas kasusnya kita split tergantung peran dari masing-masing (terduga pelaku). Dari kedelapan terduga pelaku yang diamankan ini terdapat satu terduga pelaku yang dipukul korban hingga mengalami patah tulang rusuk,” jelas dia.

“Para terduga pelaku kita kenalan dengan Pasal 170 dan Pasal 351 KUHP. Sambil kita mendalami lagi,” imbuh mantan Kasat Reskrim Polres Sikka itu. (wil)