Difitnah di Medsos, Anita Gah Laporkan 2 Akun Facebook ke Polda NTT

Difitnah di Medsos, Anita Gah Laporkan 2 Akun Facebook ke Polda NTT

KUPANG, PENATIMOR – Gegara difitnah dan dihina di media sosial (Medsos) facebook, anggota DPR RI Anita Jacoba Gah akhirnya melaporkan dua akun facebook ke Polda NTT.

Dua akun facebook yang dilaporkan ke polisi bernama Ardi Lenamah dan Vinsen Torena yang berada di group facebook Forum Kota Kupang.

Kasus ini tertuang dalam laporan polisi Nomor: LP/B/306/X/2021/SPKT/Polda Nusa Tenggara Timur tanggal 25 Oktober 2021.

Peristiwa pidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sesuai Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 28 ayat (1).

Anita Jacoba Gah yang dikonfirmasi media ini, Selasa (2/11/2021), mengatakan, secara pribadi maupun selaku pejabat negara ia merasa dirugikan dan dihina dengan postingan di facebook di group Forum Kota Kupang belum lama ini.

Postingan tersebut tersebar secara masif dan terus menerus pasca pelaksanaan Musda Partai Demokrat Provinsi NTT.

“Saat itu saya memang gencar meminta ganti Ketua DPD Partai Demokrat NTT dan setelah itu mulai banyak akun facebook menghina saya,” ujar politisi Partai Demokrat itu.

Lanjut nya, bahwa penghinaan pada diri nya, sudah masuk ke ranah pribadi dan cenderung fitnah karena memuat nama lengkap, foto dan bahkan posisinya di lembaga dewan.

Ia sangat menyayangkan upaya pembiaran dari admin group Forum Kota Kupang atas postingan tersebut yang menghina dan berisi fitnah

“Selama lima hari, postingan tersebut dibiarkan dan dikomentari banyak netizen. Awalnya saya diamkan tapi lama-lama postingan yang menghina, menyudutkan dan memfitnah saya makin banyak serta masif,” ungkap Anita.

Perbuatan tersebut dianggap nya sudah melewati batas sehingga ia memilih melaporkan kasus ini ke polisi.

“Saya marah dengan postingan ini dan tidak terima karena menyangkut pribadi, keluarga besar, partai dan lembaga dewan,” tegas Anita.

Anita berkeyakinan kalau ia selama ini tidak memiliki musuh namun penghinaan melalui media sosial ini dilakukan pasca pelaksanaan Musda Partai Demokrat dan saat itu ia gencar menyuarakan agar adanya pergantian pimpinan di Partai Demokrat NTT.

“Saya tidak ada musuh, tapi akun facebook yang menyerang saya dan fitnah muncul pasca Musda dan saat itu saya memang meminta agar ketua Partai Demokrat NTT diganti,” bebernya.
Ia juga menyadari bahwa ada pihak suka dengan tidak suka dengannya.

“Bagi yang tidak suka maka langsung serang dan fitnah saya dan ini menyangkut nama baik saya secara pribadi dan lembaga dewan,” sebut anggota DPR RI asal Dapil NTT 2 itu.

Pasca melaporkan kejadian ini, Anita selaku saksi pelapor dan korban sudah diperiksa penyidik Subdit V/Cyber crime Direktorat Reskrimsus Polda NTT.

Ia juga mendesak Kapolda NTT agar kasus ini segera ditangani dan bergerak cepat untuk mengungkap pelaku dan motif pelaku menyerang, menghina dan memfitnah dirinya.

Selain itu, Anita juga akan melaporkan kejadian ini ke MKD DPR RI.

“Kasus penghinaan melalui media sosial ini akan saya bawa ke MKD DPR RI,” tegasnya.

Ia berharap Kapolda NTT dan penyidik bisa merespon cepat laporannya.

Anita juga ingin menemui Kapolda NTT menanyakan perkembangan penanganan kasus ini sebelum dirinya melaporkan ke MKD DPR RI.

Terpisah, Direktur Reskrimsus Polda NTT, Kombes Pol Johanes Bangun, S.Sos., SIK., yang dikonfirmasi Senin (1/11/2021), mengakui kalau kasus ini masih ditangani penyidik Dit Reskrimsus Polda NTT. “Saat ini kita masih lidik,” singkat Johanes. (wil)