Dekranasda NTT Gandeng SMKN 4 Kupang Gelar Pelatihan Pembuatan Alat Tenun Ikat

Dekranasda NTT Gandeng SMKN 4 Kupang Gelar Pelatihan Pembuatan Alat Tenun Ikat

KUPANG, PENATIMOR – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTT berkolaborasi dengan SMK Negeri 4 Kupang memberikan pelatihan pembuatan alat tenun ikat.

Pelatihan ini diikuti oleh 13 peserta dari perwakilan masing-masing kabupaten se- NTT.

Kegiatan selama lima hari itu diikuti peserta dari Kabupaten Kupang, Alor, Ende, Malaka, Sabu Raijua, Manggarai Timur, Flores Timur, Sumba Barat Daya, Lembata, TTS, Sikka, Rote Ndao dan Kabupaten TTU.

Pelatihan pembuatan alat tenun ikat modern yang dilaksanakan di gedung SMK Negeri 4 Kupang itu dibuka oleh Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Ny. Julie Sutrisno Laiskodat pada Senin (23/8/2021) siang.

Dalam kesempatan ini, Julie Laiskodat mengatakan, pelatihan ini merupakan kolaborasi antara Dekranasda NTT dan SMK Negeri 4 Kupang.

SMKN 4 Kupang menurut Julie, merupakan salah satu sekolah yang mempunyai mata pelajaran menenun, yang mana sebagai warisan budaya NTT yang harus dilestarikan.

“Selain belajar menenun, SMK Negeri 4 juga menginovasi alat tenun ikat yang lebih mudah dan praktis, sehingga bisa digunakan dimana saja, dengan standarnya sesuai dengan alat tenun tradisional,” kata Julie.

Terhadap penilaian itu, Dekranasda akhirnya membuat pelatihan pembuatan alat tenun ikat agar para peserta nantinya bisa mengembangkan di kabupaten masing-masing.

“Pelatihan ini juga bertujuan agar membantu Dekranasda dalam program 1 000 calon wirausaha, yang dibantu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” imbuh istri Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat itu.

Julie melanjutkan, calon wirausaha diutamakan untuk penenun sesuai dengan umur 15 tahun ke atas. Untuk masing-masing calon wirausaha akan diberikan modal Rp 6 juta untuk membeli alat tenun sendiri.

“Para peserta akan diajarkan cara membuat alat tenun yang modern, sehingga nanti dibeli oleh penerima bantuan wirausaha,” jelasnya.

“Bantuan 1.000 Wirausaha ini merupakan program dari kementerian, yang bernama Pendidikan Kecakapan Wirausaha,” lanjut dia.

Julie juga berpesan agar peserta serius mengikuti pelatihan agar nantinya dapat dikembangkan di kabupaten masing-masing.

“Setelah sudah memiliki alat tenun ikat, untuk bahan benangnya yang berkualitas bisa dapatkan di kantor Dekranasda di kabupaten masing-masing,” imbuh Julie yang juga anggota DPR RI.

Sementara, Kepala SMK Negeri 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd., menyampaikan bahwa melalui pelatihan ini diharapkan peserta bisa membuat alat tenun ikat yang lebih praktis.

Namun setelah berhasil dikerjakan dan dijual, harus memakai hak paten milik SMK Negeri 4 Kupang.

“Semoga pelatihan ini dapat bermanfaat bagi para peserta, dan bisa dikembangkan di kabupaten masing-masing, agar budaya tenun ikat terus terjaga, dan bisa dikembangkan oleh kaum muda di NTT,” harap Semi Ndolu. (wil)