Pembacok Sadis Pasutri di Kupang Mengaku Sering Diejek Bencong oleh Korban

Pembacok Sadis Pasutri di Kupang Mengaku Sering Diejek Bencong oleh Korban

Kupang, penatimor.com – Safarudin Abusaman (44), pelaku penganiayaan sadis terhadap sepasang suami istri (Pasutri) di Kupang mengaku sering diejek korban dengan sebutan banci.

Akibat disering diledek demikian, pelaku dendam dan marah sehingga nekat menganiaya korban dengan senjata tajam.

Demikian pengakuan pelaku saat diperiksa pihak penyidik Sat Reskrim Polres Kupang Kota.

“Korban sering mengejek tersangka dengan kata banci dan bencong,” ujar Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasri Manasye Jaha, SH., Rabu (8/7/2021).
Menurut Kasat, tersangka pun tidak terima dan dendam. “Apalagi korban pernah mengatai tersangka sehingga tersangka tidak terima,” ungkap Kasat Reskrim.

Namun demikian, polisi terus mendalami lagi alasan tersebut serta memeriksa saksi-saksi.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 354 ayat (1) sub Pasal 351 ayat (2) KUHP.

Diberitakan sebelumnya, Safarudin Abusaman, warga Jalan Kedondong II, RT 009/RW 003, Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, dibekuk polisi saat bersembunyi di area Kali Gua Lourdez.

Dia ditangkap Tim Buser Polres Kupang Kota dipimpin Kanit Buser, Aipda Yance Sinlaeloe pada Senin (5/7/2021) malam.

Kasus ini dengan korban Indra mengalami luka bacok pada bagian tangan kiri sehingga diamputasi, luka bacok pada tangan kanan (tiga jari putus), wajah (pipi kiri kanan) dagu hingga leher dan telinga kiri putus.

Korban sempat mengalami masa kritis karena kehilangan banyak darah. Namun nyawanya tertolong setelah melewati operasi besar di Rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.

Sementara korban Yeni Hayati (32), mengalami luka robek pada bagian kepala dan bagian bahu sebelah kiri. (wil)