Kabur Setelah Bacok Sadis Pasutri di Kupang, Sabarudin Abusaman Akhirnya Ditangkap Polisi

Kabur Setelah Bacok Sadis Pasutri di Kupang, Sabarudin Abusaman Akhirnya Ditangkap Polisi

Kupang, penatimor.com – Sabarudin Abusaman, pelaku penganiayaan berat
menggunakan senjata tajam terhadap sepasang suami istri di Kota Kupang hingga kritis akhirnya ditangkap polisi.

Tidak butuh waktu lama bagi Tim Buser Polres Kupang Kota yang dipimpin Kanit Buser Aipda Yance Sinlaeloe untuk menangkap pelaku.

Sabaruddin ditangkap setelah Tim Buser mengetahui pelaku bersembunyi di Kali Gua Lourdez, Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Polisi berhasil menangkap pelaku setelah melakukan pencarian, hingga pada Senin (5/7/2021) sekitar pukul 22.00 Wita.

Saat menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah parang.

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana Binti Tarung, SIK., melalui Kasat Reskrim Iptu Hasry Manase Jaha, saat dikonfirmasi media ini, membenarkan.

“Tersangka setelah ditangkap, diamankan di Rutan Mapolres Kupang Kota, untuk menjalani proses hukum selanjutnya,” kata Kasat Reskrim.

Diberitakan sebelumnya, sepasang suami istri di Kota Kupang bernasib nahas.

Keduanya terluka parah karena dianiaya tetangganya dengan senjata tajam.

Kedua korban bernama Indra Haryadi Kasim (44) dan Yeni Hayati (32), warga Jalan Kedondong, RT 10/RW 03, Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.

Korban yang sekarat mengalami luka bacok serius di sekujur tubuh sehingga harus mendapat puluhan jahitan.

Belum diketahui pasti alasan pelaku menganiaya pasangan suami istri ini.

Sementara pelaku yakni Sabarudin Abusaman (45), yang merupakan tetangga korban.

Kasus penganiayaan berat ini terjadi pada Minggu (4/7/2021) subuh sekitar pukul 04.30 Wita di depan dan di dalam rumah korban.

Anak korban, Rahmatia Abubakar Kasim (18) kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Kupang Kota yang dituangkan dalam laporan polisi nomor LP/B/429/ VII /2021/ SPKT Res Kupang Kota.

Diperoleh informasi kalau awalnya pada Sabtu (3/7/2021), sekitar pukul 24.00 Wita, korban Indra Haryadi Kasim bersama istri Yeni Hayati dan juga warga setempat sedang menonton siaran langsung sepak bola Euro 2020.

Pada Minggu (4/7/2021) sekitar pukul 01.00 Wita, sang istri masuk dalam kamar untuk tidur dan berjanji akan bangun lagi pada pukul 03.00 Wita untuk menonton siaran pertandingan sepak bola.

Sekitar pukul 03.00 Wita, korban Yeni Hayati mendengar adanya keributan di depan rumah.

Yeni Hayati pun keluar dari dalam rumah dan melihat korban Indra dalam keadaan tertidur di jalan raya dengan kondisi bersimbah darah.

Ia juga melihat tersangka sedang menganiaya korban Indra Haryadi Kasim dengan menggunakan parang.

Yeni sempat berteriak meminta tolong, namun tersangka menghampiri Yeni Hayati dan langsung memukul Yeni Hayati menggunakan gagang kayu parang tersebut.

Setelah itu tersangka langsung melarikan diri.
Para tetangga menolong dan mengevakuasi kedua korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.

Sampai dengan saat ini kedua korban masih dalam keadaan kritis di rumah sakit.

Kedua korban juga belum bisa diambil keterangan oleh polisi.

“Korban masih dirawat di RSB Kupang dan kita belum bisa periksa,” ujar Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasri Manasye Jaha, SH, Minggu (4/7/2021).

Piket SPKT bersama anggota Satuan Reskim Res Kupang Kota langsung mengamankan lokasi pembunuhan yang berada di belakang RSB Kupang.

Tersangka juga belum diamankan, karena setelah kejadian tersebut, tersangka langsung melarikan diri dan sampai saat ini masih dalam proses penangkapan.

Tersangka bakal dijerat dengan Pasal 351 ayat (2) KUHP.

Polisi juga sedang mencari barang bukti parang yang dipakai tersangka menganiaya korban. (wil)