Jaksa Tuntut 10 Tahun Penjara, Hakim Vonis Veronika Syukur 7,5 Tahun

Jaksa Tuntut 10 Tahun Penjara, Hakim Vonis Veronika Syukur 7,5 Tahun

Kupang, penatimor.com – Veronika Syukur divonis majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kelas IA Kupang dengan hukuman 7 tahun, 6 bulan penjara atau 7,5 tahun.

Selain hukuman penjara, terdakwa perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan tanah seluas 30 hektare miliki Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat di Labuan Bajo itu juga dijatuhi pidana denda Rp 1 miliar subsidair 3 bulan kurungan.

Veronika juga dihukum membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 650 juta subsidair 3 tahun penjara.

“Uang pengganti Rp 650 juta harus dibayar dalam waktu 1 bulan setelah putusan. Jika tidak dibayar maka akan dilakukan pelelangan, namun jika harta bendanya tidak mencukupi maka diganti dengan pidana penjara 3 tahun,” demikian amar putusan majelis hakim yang dibacakan dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kupang, Senin (5/7/2021) sekira pukul 11.25 Wita.

Sidang dipimpin Wari Juniati, SH., MH., selaku Ketua Majelis, didampingi Teddy Windiartono, SH., MH., dan Ibnu Kholik, SH., MH., sebagai Hakim Anggota.

Diktum majelis hakim juga menetapkan terdakwa Veronika Syukur tidak terbukti secara sah dan menyakinkan dalam dakwaan Kedua dan Ketiga UU TPPU.

“Terbukti secara sah dan menyakinkan dalam dakwaan ke satu primair Pasal 2 ayat (1) UU TPK,” sebut hakim.

“Masa tahanan terdakwa dikurangi dari penahanan. Terdakwa tetap dalam tahanan,” demikian vonis hakim.

Majelis hakim juga menetapkan barang bukti Nomor 1 – 1.349 dikembalikan ke Penuntut Umum untuk digunakan pada perkara lain. Selanjutnya barang bukti Nomor 1.350 – 1.351 dikembalikan kepada terdakwa.

Barang bukti Nomor 1.352 – 1.399 dikembalikan kepada Penuntut Umum. Kemudian barang bukti Nomor 1.400 -1.422 dikembalikan kepada terdakwa.

Barang bukti Nomor 1.433-1.436 dikembalikan kepada Penuntut Umum. Termasuk  arang bukti Nomor 1.437 – 1.518 dikembalikan kepada terdakwa.

Majelis hakim dalam amar putusan juga membebani terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp 5.000.

Diberitakan sebelumnya, Penuntut Umum dalam amar tuntutan nya,  menyatakan terdakwa Veronika Syukur terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Majelis Hakim diminta agar dalam putusannya nanti menghukum terdakwa Veronika dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan pidana kurungan.
Sementara, terdakwa Veronika Syukur langsung pingsan setelah mendengar amar tuntutan JPU itu.

Sidang pun diskor hingga terdakwa sadar dan dikuatkan oleh kerabatnya.

Turut hadir tim JPU Kejati NTT Hery C. Franklin, Hero Ardi dan Emerensiana Djehamat. (wil)